Berdamai dengan Corona
Dampak Berani Berdamai dengan Covid-19, Nilai Tukar Dolar Singapura Menguat Terhadap Rupiah
Menurut Perdana Mentera Singapura, langkah keempat adalah langkah terbaik sejauh ini sebelum pihaknya benar-benar menemukan obat yang tepat
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ada fakta baru bahwa, Singapura merasakan dampak dari keputusan mereka Berdamai dengan Corna.
Keputusan Singapura untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, ternyata memberikan dampak besar terkait Nilai Tukar Dolar Singapura.
Sebab, berdasarkan data terakhir seperti dikutip Sripoku.com dari google finance, bahwa Nilai Tukar Rupiah Dolar Singapura Menguat Terhadap Rupiah.
Hal ini terlihat dari pergerakan pada Senin (28/6/2021) bahwa 1 banderol Dolar Singapura Rp 10.765,57, di mana rupiah melemah hingga 0,23 persen dibandingkan penutupan pekan lalu.
Sementara sepanjang satu pekan kemarin, rupiah sudah melemah menjadi 0,65 persen di hadapan mata uang Dolar Singapura tersebut.
Sehingga dalam satu bulan terakhir saja, mata uang Dolar Singapura justru menguat dan kini genap 1,6 persen setelah pencapaian satu pekan ini.
Kuat dugaan, keputusan Singapura Berdamai dengan Corona menjadi alasan.
Sebab dolar Singapura tak hanya menguat di Rupiah saja, tetapi juga di dunia.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Upaya Penanganan Covid-19 di Singapura Beri Pengaruh
Penguatan nilai tukar Dolar Singapura di mata dunia, diduga tak terlepas dari penyampaian PM Singapura Lee Hsien Loong, yang berani berdamai dengan virus Covid-19.
Namun keberanian Singapura bukan sekadar statemen dan kenakatan, tetapi dunia melihat upaya Singapura dan progres yang diperlihatkan oleh negara Singa tersebut.
Seperti Dikutip dari Worldometers (28/6/2021), program penanganan Singapura terlihat nyata, sebab negara dengan populasi penduduk 5.895.734 jiwa itu, sejauh ini telah melaporkan 62.544 kasus positif infeksi Covid-19.
Tetapi mereka menunjukkan penanganan yang cepat tanggap, sebab ada 62.195 orang pulih, dan korban meninggal sekitar 36 orang.
Perkembangan kasus Kasus aktif 313 orang dan pasien kritis 4 orang dan hal ini juga diantisiasi dengan cepat Singapura.
Singapura juga rutin melakukan tes disertai dengan ujicoba, sertah melakukan vaksinasi.
Data Mengenai jumlah tes yakni, Singapura bahkan melakukan 13.287.834 kali tes, atau 2.253.805 tes per 1 juta populasi.
Maka itu, dari data Our World in Data, Singapura telah melakukan 5,03 juta vaksinasi, atau sebanyak 2,06 juta di antaranya sudah divaksinasi lengkap atau 36,1 persen dari populasi.
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Maka sangat wajar, bahwa dengan pencapaian itu Singapura mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan dengan Covid-19. Sebab hal itu ditunjukkan dengan 5 indikator yang sudah diperihat Singapura di mata dunia.
Seperti apa langkah kongkrit Singapura tersebut:
1. Perketat Tindakan Kesehatan Publik
Singapura bekerja cepat, mereka melakukan Pengendalian Covid-19 dengan tindakan Kesehatan Publik 3t yakni, test, tracing, treatment.
Langkah ini dikenal sangat efektif untuk melakukan kontrol penyebaran Covid-19.
2. Budaya Disipkin Penerapan Prokes
Selain itu, Singapura selama ini dikenal sangat ketat dalam pengawasan. Apalagi negara tersebut memang dikenal sebagai negara dengan jutaan CCTV di mana-mana sehingga muda melakukan pengawasan ketat akan penerapan protokol kesehatan.
Sebab, sejauh ini Singapura membangun dan membudayakan tindakan pencegahan secara pribadi (protokol kesehatan).
3. Pemberian Vaksin Covid-19 secara reguler
Singapura juga akan mempercepat proses vaksin terhadap seluruh warganya, di mana sejauh ini, Singapura sudah melakukan vaksin dengan pecapaian 25 persen lebih.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:
Hal itu terlihat dari data, bahwa penduduk Singapura mencapai 5.895.734, sementara yang divaksin berdasarkan data dari pharmaceutical technology sudah divaksin sekitar 3.407.068.
Pencapaian inilah yang membuat Singapura makin pede untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, sebab Singapura berusaha keras mencapai 70-80 persen warga yang harus divaksin.
4. Suntik vaksin setipa tahun
Menurut Perdana Mentera Singapura, langkah keempat adalah langkah terbaik sejauh ini sebelum pihaknya benar-benar menemukan obat yang tepat untuk Virus Corona.
Yakni, Singapura akan melakukan vaksin secara rutin setiap tahunnya untuk memperkuat dan membangun sistem imun secara masal.
5. Setiap tahun akan uji hasil vaksin dan dosis sistem kekebalan
Singapura juga akan melakukan uji setiap tahunnya demi memenukan formula yang tepat menyembuhkan pasien dari Virus Corona tersebut.
"Kami memutuskan hidup berdampingan dengan Covid-19, sembari terus melakukan ujicoba mengatasinya dan mencari formula yang tepat untuk mengatasi bahaya Covid-19, sehingga kami akan memasuki Era New Normal dengan catatan akan terus melakukan vaksin dan uji, mengatasi dan menakan angkat sebaran virus," jelas PM Singapura seperti dilansir dari The Straits Times.
Demikian situasi terkini tentang Singapura yang memutuskan untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, bagaimana dengan Indonesia?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dampak-berani-berdamai-dengan-covid-19-nilai-tukar-dolar-singapura-menguat-terhadap-rupiah.jpg)