Akademisi yang Banyak Mengurus Politisi
Pendidikan adalah wujud kewajiban yang memang dituntut untuk mendapatkan ilmu. Bidang ilmu apa pun terkait dengan pengembangan keilmuan adalah baik
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mungkin agak sedikit kesulitan ketika seorang akademisi harus berada di tengah tengah politisi. Itulah kenyataannnya yang diperankan oleh seorang Anisatul Mardiah. Dia bukan lulusan doktor ilmu politik, tapi selalu berada di lingkungan politisi. Anisa adalah lulusan Doktoral dari Ilmu Pemikiran Islam Filsafat di Malaya University.
Mengapa bisa demikian, itulah kenyataannya, menurut Anisa secara ideal harusnya politisi atau apa pun profesi yang diikut muaranya adalah etika dan dalam Islam. Politisi yang memiliki etika akan menjadi lebih baik dalam mengelola dan mengatur negara ini.
Bagaimana pandangan DRA. Anisatul Mardiah, MAg, PhD ini, berikut petikan wawancara wartawan Sripoku.com aminuddin sebagaimana tersaji di bawah ini.
- Bagaimana kiprah Anda setelah lulus Doktoral di Malaysia ?
+ Pendidikan adalah wujud kewajiban yang memang dituntut untuk mendapatkan ilmu. Bidang ilmu apa pun terkait dengan pengembangan keilmuan adalah baik. Tinggal lagi bagaimana ilmu itu bisa memberikan manfaat kepada orang banyak. Terkait ruang pengabdian saya adalah guru, tentu bagaimana saya bisa melaksanakan tugas peran fungsi dan tanggung jawab sebagai guru yang mampu mens transfer ilmu yang tentu saja muaranya ilmu itu bisa diaktualisasikan dan dimanfaatkan di tengah masyarakat.
- Tugas Anda di UIN RF?
+ Tugas utama guru di PT adalah melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi. Utamanya adalah mengajar. Selain penelitian dan pengabdian masyarakat. Jika pun ada kewenangan menjadi Wakil Dekan dan sekarang dipercayakan menjadi Wakil Dekan 3 di Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam itu semata-mata bonus pengabdian yang sifatnya untuk Menajerial di kampus . Tugas-tugas tersebut terkait dengan tata kelola agar secara administrasi dan pengelolaan kampus akan lebih baik. Amanah itu pada dasarnya bukan jabatan tetapi ruang bonus pengabdian di perguruan tinggi.
- Anda adalah akademisi yang selalu berada di lingkungan politisi misalnya menjadi ketua KPU Sumsel. Bagaimana pandangan Anda?
+ Saya yakin apapun yang kita lakukan untuk kebaikan akan menuai kabaikan. Semula banyak yang meragukan bagaimana mungkin dari UIN bisa mengurus politik. Namun saya yakin bahwa politik dan bidang apapun tetap muaranya untuk mencapai nilai kemaslahatan. Bagaimana pun prosesnya perubahan untuk kebaikan orang banyak adalah tujuannya . Apalagi di KPU tentu saja sangat bersentuhan urusan politik praktis. Karena akan berhubungan dengan partai politik , legislatif dan kebijakan kebijakan terkait politik.
- Pengalaman Anda di bidang ke KPU yang sangat mumpuni dan simultan ?
+ Semula saya juga berpikir sepanjang kita diberi oleh Allah kemampuan dan kesehatan, selalu berpikir apa yang bisa kita kerjakan yang memiliki dampak luas untuk kemajuan bangsa ini. Itu idealnya, dan kontribusi kita juga tentu harus tetap berkolaborasi dengan siapa pun untuk searah dengan tujuan yang ingin dicapai. Ternyata berbuat dan mengabdi itu bisa terus sepanjang hayat. Oleh karena itu dalam kepercayaan menjabat tidak pernah untuk meminta minta jabatan. Termasuk aktif di KPU dan selanjutnya dipercaya menjadi tim seleksi KPU provinsi Sumsel dan tim seleksi KPU kabupaten kemudian menjadi Tim pemeriksa DKPP di Sumsel selama dua periode.
- Bagaimana pengalaman dalam mengurus politik ?
+ Dalam politik apalagi politik praktis adalah menyangkut kepentingan. Oleh karena itu dalam memasuki berbagai kepentingan harus bisa menempatkan kepentingan itu di bawah aturan dan etika. Jangan sampai karena kepentingan kelompok tertentu mengabaikan etika. Kita tahu dan paham bahwa semua parpol itu kalau dalam kompetisi mau menang dan mau menang semua. Dengan ketegasan lah bisa memberikan ruang berdemokrasi praktis itu kebih terjamin.
- Saat ini Anda dipercayakan menjadi Timsel untuk KPID Sumsel ?
+ Sekali lagi dengan kepercayaan ini saya meyakini bahwa nilai-nilai akademisi yang merupakan profesi saya memang diminta untuk menjadi suatu nilai yang bisa mempertahankan idealisme dan integritas. Semoga kepercayaan DPRD Sumsel meminta jadi Timsel akan memberikan dampak yang baik. Dan kita harapkan akan mendapatkan kader-kader komisioner yang sesuai standar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mardiahjpg.jpg)