Pengamat Sebut Wabup OKI Itu Bak Tupai Setelah Keluar dari Demokrat: Jadikan Pelajaran

ibarat  tupai dalam gerakan politiknya, tak sulit baginya untuk "melompat " antar pohon, dari Partai Golkar ke Partai Demokrat setelah itu parpol lain

Tayang:
Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Drs Bagindo Togar Butar Butar, Sebut Wabup OKI Itu Bak Tupai Setelah Keluar dari Demokrat: Jadikan Pelajaran 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Pengamat dan Pemerhati politik Sumsel Bagindo Togar menilai, keputusan Wabup OKI Djakfar Sodiq keluar dari Partai Demokrat adalah sebuah dinamika politik.

Keputusan Wabup OKI keluar dari Partai Demokrat itu hal wajar dan lumrah bagi seorang politisi untuk membuat sebuah loncatan karir politiknya.

Ia menilai wabup OKI saat ini ibarat  tupai dalam gerakan politiknya, tak sulit baginya untuk "melompat " antar pohon, dari Partai Golkar ke Partai Demokrat, setelah itu ke parpol mana lagi.

Tentunya, akan memilih partai politik yang memberinya garansi dan rekomendasi untuk peningkatan karirnya.

"Yang jelas, parpol baru nanti tentu saja yang bisa memberinya garansi, rekomendasi bagi peningkatan karir politiknya pada event pilkada serentak 2024 nanti," cap Bagindo, Senin (21/6/2021).

 Lantas  wajar, bila publik, akan bertanya,apakah Partai Demokrat kelak kemungkinan besar sulit " menyerahkan tiket Cabup OKI kepada Djakfar Shodiq di Pilkada OKI.

"Jawabannya, bisa dikatakan  akan diberikan kepada sosok bakal Paslon Bupati lain, yang lebih elaktable, dengan muatan personal yang kuat dari muatan intelektual, moral juga sosial," tuturnya.

Dilanjutkan Bagindo, Partai Demokrat OKI dan Sumsel tentu akan extra selektif,dalam merekomendasikan Paslonnya untuk Pilkada diOKI tahun 2024. 

"Kasus Djakfar Shodiq,  pantas dijadikan pelajaran kolektif bagi seluruh Parpol, agar tak mudah menerima seseorang begitu saja sebagai kader, yang miskin loyalitas,pengorbanan apalagi militansi daam memajukan parpol yang menaunginya," tukas Bagindo.

Sementara kabar Djakfar yang akan berpindah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun Tribun Sumsel.com masih berusaha mendapatkan jawaban pengurus DPW PKB Sumsel saat ini.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki, menyatakan mengahargai putusan Wabup OKI Djakfar Sodiq yang mundur dari partai Demokrat. Meski begitu, ia menyayangkan sikap Djakfar yang mundur tidak secara kesatria atau gentle.

"Sebenarnya kita melihatnya lumrah (mundur partai) itu putusan beliau dan kita tidak bisa menahannya, tapi yang kita sayangkan caranya itu," kata Ishak Mekki, Senin (21/6/2021).

Dikatakan mantan Bupati OKI ini, jika pada Pilkada OKI 2018 lalu, pihaknya menyambut dan mengantarkan Djakfar dengan baik dalam hal dukungan administrasi ke pusat, dan berjanji akan membesarkan Partai Demokrat di OKI nantinya.

"Namun, hampir 3 tahun nyatanya tidak ada komunikasi dengan DPC Demokrat OKI, jauh dari kata mendatangi kantor dan membantu, ibarat hilang ditelan bumi. Setelah ditolong tidak ada silahturahmi, tapi kami tidak masalah dan fidak memberatkannya karena selama ini partai Demokrat tidak macam- macam, sebab kalau mau sebenarnya ada syaratnya- syarat yang memberatkan beliau (dalam memberikan dukungan)," ujarnya.

Dijelaskan anggota DPR RI ini, seharusnya jika hendak mengundurkan diri dengan lebih terhormat, Djakfar mendatangi DPC Demokrat di Kayu Agung (OKI), dan permitaan tersebut akan diproses, mengingat pihaknya tidak bisa memaksakan seseorang untuk bertahan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved