Lonjakan Kasus Covid
PASIEN Covid Bertumbangan, Ambulan Susah Didapat, Warga Terpaksa Sewa Angkot ke RS: Sopir Pakai APD
Budi (38) anak lansia itu menjelaskan ibunya bernama Kartini (69) positif corona setelah hasil tes swab antigennya dinyatakan reaktif bersama dua oran
SRIPOKU.COM, BEKASI - Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terus mengalami lonjakan tajam. Aktifitas pelayanan serta perawatan pasien Covid-19 juga ikut meningkat kesibukannya.
Kondisi itu membuat seorang lanjut usia (lansia) pasien postif Covid-19 warga Villa Wanasari, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi harus dibawa ke rumah sakit menggunakan angkutan umum atau angkot karena tidak kunjung mendapatkan ambulans, pada Senin (21/6/2021).
Budi (38) anak lansia itu menjelaskan ibunya bernama Kartini (69) positif corona setelah hasil tes swab antigennya dinyatakan reaktif bersama dua orang anggota keluarga lainnya.
Kartini yang sudah menjalani isolasi mandiri di rumah, tiba-tiba kondisinya menurun sehingga harus segera dilarikan ke Instalansi Gawat Darurat (IGD).
"Kondisi menurun pas lagi isolasi, hubungi ambulans nggak ada jawaban akhirnya terpaksa pakai angkot," kata Budi, saat dihubungi pada Senin (21/6/2021).
Budi mengungkapkan ibunya sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi. Akan tetapi kondisi kamar perawatan pasien Covid-19 penuh, tersisa ditenda darurat.
"Kemarin sudah di bawa ke RSUD tapi karena kondisi kamar penuh ibu dapet yang ditenda, saya takut kondisinya malah drop dibawa pulang lagi" ujarnya.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Saat di rumah, kata Budi, kondisi ibunya semakin menurun sehingga membuat dirinya harus membawanya ke rumah sakit terdekat.
Dia sempat menghubungi sejumlah pihak agar bisa mendapatkan mobil ambulan untuk mengantar ibunya ke rumah sakit. Akan tetapi tak kunjung dapat, sehingga terpaksa menggunakan angkot.
Pengurus RT setempat membantu proses mengevakuasi ke rumah sakit menggunakan sebuah mobil angkutan umum. Proses pengantarannya juga menerapkan protokol kesehatan, dengan sopir memakai alat pelindung diri (APD) lengkap berupa baju hazmat.
"Kondisi laporan terakhir terus menurun, dengan gejala sesak nafas, dan menunggu untuk mendapatkan ruang perawatan rumah sakit swasta Cibitung," tutur dia.
Leni Susanti pengurus RT setempat, membenarkan ada warganya positif corona dibawa ke rumah sakit menggunakan angkutan umum.
Dijelasnya, sejak dua hari terakhir kondisi lansia tersebut terus menurun sehingga harus dibawa ke rumah sakit.
"Iya sudah empat hari isolasi mandiri, kemarin dibawa ke RSUD tapi engga tahu kondisinya mulai membaik atau kamarnya penuh dibawa pulang lagi," jelas Leni.
Ia menambahkan, pihaknya sudah melaporkan hal ini ke Satgas Covid-19 kelurahan, kecamatan dan Puskesmas.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Tidak Dapat Ambulans, Pasien Lansia di Cibitung Bekasi Terpaksa Dibawa ke Rumah Sakit Pakai Angkot,
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dedy
Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ambudlakanngna.jpg)