Breaking News:

Lonjakan Kasus Covid

"KITA Bisa Kolaps,"2 HARI, Kasus Baru Covid Naik 500 Persen, PARA Dokter Spesialis Cemaskan Hal Ini

Kasus Covid-19 saat ini menunjukkan lonjakan yang signifikan di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Pulau Jawa.

Editor: Wiedarto
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Pasien COVID-19 memasuki bus sekolah untuk menuju Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran di Puskesmas Menteng, Jakarta, Minggu (20/6/2021). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Minggu (20/6) menyebutkan kasus positif COVID-19 bertambah 13.737 kasus sehingga total menjadi 1.989.909 kasus, sementara kasus pasien sembuh COVID-19 sebanyak 6.385 kasus sehingga total menjadi 1.792.528 kasus. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Kasus Covid-19 saat ini menunjukkan lonjakan yang signifikan di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Pulau Jawa. Cuma dalam waktu 2 hari, jumlah kasus baru naik 500 persen. 

Lima perhimpunan dokter terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) merekomendasikan PPKM total terutama di Pulau Jawa.

“Ya (betul mengusulkan itu)” ujar dr Eka Ginanjar selaku Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (20/6/2021). Dalam rilis lengkap yang diterima Kompas.com, rekomendasi tertanggal 18 Juni 2021 yang ditandatangani Ketua PDPI DR. Dr. Agus Dwi Susanto, SpP, Ketua Papdi DR. Dr. Sally Aman Nasution, SpPD, Ketua Perki DR. Dr. Sally Aman Nasution, SpPD, dan Ketua Perdatin Prof. DR. Dr. Syafri Kamsul Arif, SpAn, serta Ketua IDAI Prof. DR. Dr. Aman Bhakti Pulungan, SpA(K) terdapat 5 poin yang direkomendasikan oleh 5 organisasi profesi ini.

Berikut rekomendasi dari kelima perhimpunan dokter di Indonesia: Agar pemerintah pusat memberlakukan PPKM secara menyeluruh dan serentak terutama di Pulau Jawa; Agar pemerintah atau pihak yang berwenang memastikan implementasi serta penerapan PPKM yang maksimal; Agar pemerintah atau pihak yang berwenang melakukan percepatan dan memastikan vaksinasi tercapai sesuai standar; Agar semua pihak lebih waspada terhadap varian baru COVID19 yang lebih mudah menyebar, mungkin lebih memperberat gejala, mungkin lebih meningkatkan kematian dan mungkin menghilangkan efek vaksin.

Lakukan Tracing dan Testing dengan lebih massif. Agar masyarakat selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berpergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan lainnya.

Disampaikan keberhasilan PPKM terlihat pada kasus Bulan Februari yang mulai turun usai diberlakukan PPKM yang diberlakukan sejak 11 Januari 2021. Oleh karena itu, perhimpunan dokter spesialis kembali mendorong dan merekomenasikan adanya PPKM yang menyeluruh dan serentak serta memberikan sejumlah rekomendasi di atas.

Dalam keterangan tersebut disampaikan berdasarkan data kasus harian dari Satgas Covid-19 pada 15 Mei 2021 angka penambahan kasus yakni 2.385 kasus. Sedangkan pada 15 Juni 8.161 kasus dan pada 17 Juni 12.624 kasus. Sehingga jika data 17 Juni dibandingkan dengan data 15 Mei terdapat kenaikan kasus sebanyak 500 persen.

Adapun data dari Dinkes DKI Jakarta bed occupation rate (BOR) untuk ruang isolasi dan ICU saat ini sudah hampir penuh. Data dari tanggal 17 Juni 2021 tercatat sekitar 8.000 tempat tidur isolasi yang tersedia sudah terisi 84 persen. Sedangkan ruang ICU sudah terisi 74 persen. “Sistem Kesehatan Indonesia dapat colaps jika pihak yang berwenang dan terlibat tidak segera melakukan upaya? upaya maksimal untuk penanganan COVID?19 ini,” tulis pernyataan ke lima organisasi profesi dalam keterangannya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lonjakan Covid-19, 5 Perhimpunan Dokter Desak PPKM Total Terutama Jawa"
Penulis : Nur Rohmi Aida
Editor : Rendika Ferri Kurniawan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved