Mengenal Jerinx, Pemusik & Aktivis Penuh Kontroversi, Terakhir Kritisi Postingan BCL Terpapar Covid
Jerinx beranggapan bahwa BCL mengkambinghitamkan Bali sebagai penyebab covid lantaran BCL terpapar covid seusai liburan ke kota Bali.
SRIPOKU.COM - I Gede Ari Astina atau yang dikenal dengan nama Jerinx atau JRX merupakan musisi yang terkenal sebagai drummer grup musik aliran Punk Rock, Superman Is Dead.
Jerinx yang lahir di Bali pada 10 Februari 1977 silam, ini memulai karirnya sebagai pemusik sejak ia SMA.
Jerinx juga menjalankan beberapa bisnis lainnya seperti penginapan, pakaian, dan bar.
Jerinx merupakan salah satu aktivis sosial di kalangan anak muda Bali.
Ia aktif mengkampanyekan isu-isu sosial dan dinilai cukup berpengaruh.
Di samping itu ia juga mendalami dunia konspirasi sejak tahun 1999.
Pada 5 Oktober 2019 Jerinx resmi menikah dengan Nora Alexandra yang merupakan model dan pebisnis usaha kecantikan.
Kehidupan Jerinx penuh dengan kontroversi.
Ia beberapa kali menyuarakan pendapatnya pada isu-isu tertentu seperti penolakan reklamasi Teluk Benoa, kasus pelanggaran hak cipta Via Vallen, Penolakan RUU permusikan, Konspirasi Covid-19 dan "IDI Kacung WHO".
Dan paling terbaru, Jerinx memberikan tanggapan pada postingan Bunga Citra Lestari (BCL) yang mengabarkan dirinya positif Covid-19.
Jerinx beranggapan bahwa BCL mengkambinghitamkan Bali sebagai penyebab covid lantaran BCL terpapar covid seusai liburan ke kota Bali.
"Jangan kau jadikan Bali kambing hitam ya!Kau enak-enakan liburan kemari, setelah puas kau malah bangga dicovidkan. Rakyat Bali sudah terlalu melarat untuk drama-drama kopid ala seleb ibukota," tulis Jerinx.
Jerinx mempertanyakan tentang pengumuman positif covid dari BCL di Instagram.
Menurutnya pengumuman seperti ini menggiring opini setidaknya 18 juta lebih pengikut akun instagram @bclsinclair yang memiliki dampak pada perekonomian di kota Bali.
"Dia cukup bodxh kah untuk sadar jika pengumuman itu bisa berisiko terhadap rencana dibuka kembali pariwisata di Bali Juli 2021 ini?" ujar Jerinx.
Tanggapan BCL
Melihat pemberitaan mengenai hal ini mulai ramai, BCL akhirnya buka suara perihal statement yang dilontarkan oleh Drummer Superman Is Dead ini.
BCL atau yang akrab disapa Unge mengunggah sebuah postingan yang berupa runtut kejadian ia terkena Covid-19.
Pada postingan tersebut BCL menjelaskan bahwa ia tidak pernah memberikan statement bahwa ia terpapar Covid-19 dikarenakan habis berlibur di Bali.
BCL juga mengimbau untuk mengklarifikasi infromasi dengan cerdas dan bijak.
“Mohon klarifikasi informasi terlebih dahulu dengan bijak sebelum mengeluarkan statement,” tulis BCL.
Sebelumnya Jerinx sempat mengunggah tanggapan di akun instagramnnya, namun sempat dihapus dari pihak Instagram.
Jerinx kemudian mengunggah postingan lainnya yang berupa tanggapan dari unggahan terakhir BCL.
Ia menceritakan mengapa ia berasumsi bahwa BCL menggiring opini bahwa ia terpapar covid akibat dari berlibur ke Bali.
Jerinx sempat menyinggung tentang Bcl yang pernah menjadi Brand Ambasador dari penyedia layanan kesehatan online Halodoc.
“Jika misalnya saya tantang BCL yg memiliki rekam jejak sebagai brand ambassador Halodoc ini untuk BERSUMPAH bahwa dia TIDAK DIBAYAR untuk “dicovidkan”, apakah dia akan berani melakukannya?” tulis Jerinx pada keterangan foto tersebut.
Jerinx juga menyoroti kegiatan isolasi mandiri BCL yang dilakukan bedrdua dengan Dena Rachman.
Menurutnya unggahan BCL tersebut menjelaskan bahwa BCL bangga terpapar Covid-19 dan hanya ingin mengundang simpati dan pujian dari artis dan influencer lainnya.
Penulis: Rizki Ramadhanti Ajengtriani, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya 2018
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jerinx-sid1.jpg)