Tren Konsep Drive Thru, Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi
Kini resepsi pernikahan dengan konsep drive thru dapat menjadi inspirasi pernikahan di masa pandemi untuk menghindari kerumunan. Praktis tapi rumit lo
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Di masa pandemi ini kita memang harus selalu berhati-hati agar tidak tertular virus corona.
Tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan.
Juga menghindari kerumunan.
Lantas bagaimana dengan mereka yang akan melangsungkan pernikahan?
Tak usah kuatir.
Kini resepsi pernikahan dengan konsep drive thru dapat menjadi inspirasi pernikahan di masa pandemi untuk menghindari kerumunan.
Meski terdengar lebih efisien dan praktis, konsep ini sebetulnya cukup rumit.
Penyelenggara perlu menyusun konsep dan teknisnya secara matang agar resepsi pernikahan dapat berjalan dengan lancar.
Beberapa hal yang perlu diantisipasi seperti penumpukan kendaraan tamu undangan, pengaturan antrean ucapan selamat di pelaminan, hingga pemberian suvenir pernikahan.
Dengan banyaknya persiapan perlu dilakukan, berapa biaya pernikahan yang perlu disiapkan untuk menyelenggarakan pernikahan drive thru?
TS Honeywoon Wedding Organizer belum lama ini menyelenggarakan pernikahan drive thru di Grand Royal Ballroom, Surabaya.
Pernikahan tersebut mengundang 350 undangan dengan sekitar 300 undangan yang hadir.
Creative Director TS Honeywoon Wedding Organizer, Vian Yap, menyebutkan, untuk jumlah undangan, paket lengkap pernika han drive thru bisa didapatkan dengan biaya lebih kurang Rp 250 juta.
"Dengan tamu segitu 250an (juta) sudah masuk.
All in dengan food and beverage, suvenir, wedding cake, venue, dekor, sudah semua, kok," ucapnya kepada Kompas.com, Senin (16/4/2021).
Biaya pernikahan sebetulnya dapat bervariasi, tergantung pada beberapa hal seperti vendor yang dipilih, jumlah undangan, hingga detil pada resepsi pernikahan.
Tak menutup kemungkinan, biaya pernikahan drive thru dapat kita tekan lewat beberapa hal.
Dari dekorasi, misalnya, pemilihan dekorasi bunga segar, artifisial (buatan), atau campur tentunya juga memengaruhi harga.
Biaya untuk makanan juga perlu dipertimbangkan.
Menurut Vian, biaya makanan bisa menjadi lebih mahal salah satunya karena penyajian makanan tidak menggunakan piring melainkan dengan kemasan khusus yang disusun rapi.
Pada pernikahan drive thru yang diselenggarakannya, makanan akan diberikan bersama suvenir ketika tamu undangan pulang.
"Makanan memang agak lebih mahal per pax-nya ketimbang makan di tempat.
Karena kalau makan di tempat kita penyajiannya by plate only, restoran tidak perlu keluarkan lebih karena sudah di piring."
"Tapi kalau hampers butuh packaging lebih dan butuh SDM lebih untuk mengemas semua.
Jadi biayanya lebih besar di situ," paparnya.
Baca juga: Promo dan Diskon Pelanggan Drive Thru KFC Indonesia, Harga Personal Box Mulai Rp 31 Ribu
Baca juga: Video : Hindari Kerumunan, SMAN 6 Palembang Bagikan Raport Secara Drive THRU
Baca juga: Warung SIM Drive Thru Mang PDK Satlantas Polrestabes Palembang Dapat Penghargaan dari Menpan RB RI
Barcode
Konsep pernikahan drive thru dapat dikatakan menjembatani keinginan untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan secara langsung, namun mencari alternatif yang lebih aman untuk masa pandemi.
Pada pernikahan drive thru yang diselenggarakan oleh TS Honeymoon Wedding Organizer, semua tamu undangan akan diberikan barcode.
Barcode tersebut akan digunakan selama menghadiri resepsi, mulai dari verifikasi tamu undangan di awal kedatangan, hingga "check out" untuk menukarkan bingkisan.
Dengan pemberian barcode, tamu undangan juga tak perlu mengisi buku tamu secara manual sehingga lebih mengurangi kontak.
Disamping itu, sistem ini juga dapat membantu mengurangi kemungkinan adanya kehadiran tamu gelap.
"Drive thru kan kita enggak tahu ini benar tamu kita atau bukan."
"Dari awal kami sudah scan by barcode.
Jadi kalau di database kami tidak ada, berarti itu tamu gelap. Jadi benar-benar akurat dari awal," kata Vian.
Lalu, bagaimana dengan tamu yang tidak membawa mobil atau jalan kaki?
Menurut Vian, tamu undangan yang jalan kaki juga tetap mengantre dengan sistem yang sama, namun barisannya akan dipisahkan dengan mobil.
"Yang jalan kaki juga ada kemarin, (antre) dengan line undangan yang sama.
Bisa kita dahulukan kan enggak mungkin kalau ikut barisan mobil kasihan," tuturnya.
Untuk menghindari antrean kendaraan yang panjang, undangan juga dibagi menjadi tiga sesi dengan perbedaan satu jam antar sesi.
"Takutnya kalau sudah datang semua, mengularnya panjang.
Selain itu, namanya barcode kita juga pakai aplikasi di Android, takutnya ada masalah sinyal kalau terlalu padat."
"Kemarin so far so good, sih," kata Vian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/resepsijpg.jpg)