Breaking News:

Migrasi ke Dunia Digital, Pengusaha Kuliner Palembang Terbantu: Masa Pandemi Bisa Tambah Karyawan

Dengan kenaikan penjualan di masa pandemi ini saya bersyukur bisa menambah tiga karyawan khusus untuk menangani pengemasan,"

Editor: Refly Permana
istimewa
Devi Indriyani owner Pempek Cek Dung memperlihatkan pempek yang dijualnya melalui e commerce Tokopedia. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Devi Indriyani memulai usaha Pempek Cek Dung pada 2014 hanya dengan menggunakan peralatan dapur seadanya.

Ia menawarkan beragam varian pempek berkualitas berbahan dasar ikan gabus.

Sejak awal pandemi Covid-19 di awal 2020, Devi berinovasi dengan mulai mengandalkan platform digital seperti Tokopedia untuk memasarkan produk. 

Kecelakaan di Jalan Palembang-Betung, Toyota Hilux Tabrak Tiga Mobil Sekaligus, Ada yang Terbalik

“Setiap bulan, hampir 400 paket terjual melalui Tokopedia. Dengan kenaikan penjualan di masa pandemi ini saya bersyukur bisa menambah tiga karyawan khusus untuk menangani pengemasan, sehingga omzet mencapai sekitar Rp40 juta di Tokopedia setiap bulan,” ujar Devi Sabtu (12/6/2021).

Devi mengatakan usahanya sangat terbantu dari segi pemasaran ke wilayah yang lebih luas, seperti Jabodetabek, Pontianak hingga Bali berkat memasarkan produk di e commerce Tokopedia.

Permintaan yang semakin luas dan banyak juga membuatnya lebih kreatif menciptakan varian pempek lain, seperti pempek udang, pempek vegan, pempek tanpa MSG, pempek mozzarella hingga pempek mercon.

“Kanal digital sangat berdampak luar biasa terhadap usaha kami dan bisa terus menciptakan peluang dan berperan dalam melestarikan kuliner nusantara melalui Tokopedia,” ujar Devi.

Parsidi Ditemukan di Dalam Tanah Pakai Baju Muslim, Mayatnya Diantar ke Muba Dikawal Ketat Polisi

Keberhasilan memasarkan produk secara digital juga dirasakan Ayub Antonius pemilik brand pabrik kerupuk Palembang yang memulai usahanya di Tokopedia sejak Maret 2020 lalu.

Berawal dari modal Rp 200 ribu Ayub berhasil memasarkan kerupuk dan kempelang berbagai jenis dari Sumsel dan Bangka Belitung dengan menggandeng sejumlah produsen pempek.

Ayub juga melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan penjualan, mulai dari menghadirkan lebih banyak varian kerupuk, membuat promo hingga aktif mengikuti kampanye di Tokopedia, seperti Waktu Indonesia Belanja (WIB) Palembang dan Tokopedia Nyam.

Kini Ayub mampu memperoleh omzet hingga Rp100 juta per bulan.

Di sisi lain, produk yang dihasilkan oleh para produsen kerupuk rumahan yang digandeng Ayub, kini juga dapat dinikmati pembeli dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta, Bali, Kupang bahkan Papua.

Kebakaran di Desa Kemang Manis Empat Lawang Saat Penghuni Rumah Khusyuk Sholat Jumat, Api dari Dapur

Sementara itu Head of Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia, Trian Nugroho mengatakan Pempek Cek Dung dan Pabrik Kerupuk Palembang merupakan contoh penjualan online kuliner khas Palembang yang merasakan lonjakan keuntungan berkat program “inisiatif hyperlocal Tokopedia”.

Program ini bertujuan mengajak masyarakat belanja dari penjual terdekat sekaligus mendorong lebih banyak pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM lokal, menggerakkan ekonomi daerah lewat pemanfaatan teknologi.

Penulis: Hartati

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved