Breaking News:

Gegara Ada Depo 'Laknat' Di Tanjung Priok Picu Presiden Jokowi Telpon Kapolri

Prilaku pungutan liar terhadap pengemudi kendaraan tidak hanya di jalan raya, ternyata merambah hingga pelabuhan Tanjung Priuk.

(Wartakotalive.com/Henry Lopulalan)
Joko Widodo saat baru terpilih menjadi presiden mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/9/2014). 

SRIPOKU.COM - Perilaku pungutan liar terhadap pengemudi kendaraan tidak hanya di jalan raya, ternyata merambah hingga Pelabuhan Tanjung Priuk.

Akibat perilaku demikian, sampai-sampai Presiden Joko Widodo  harus menelpon Kapolri karena banyaknya keluhan para sopir container.

Dilansir WARTAKOTALIVE.COM yang menyebutkan Presiden Joko Widodo menerima laporan langsung dari para sopir kontainer tentang banyaknya aksi pungli di depo kontainer Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021).

Saking geramnya para sopir menyebutnya sebagai Depo"Laknat".

Menurut para sopir, karena maraknya pungli, menimbulkan kelambatan proses bongkar muat yang mengakibatkan antrean panjang truk kontainer.

Antrean ini berimbas menimbulkan kemacetan di jalan raya di kawasan Tanjung Priok di sekitar depo-depo itu.

Kemacetan truk kontainer ini dimanfaatkan para reman untuk memalak para sopir sehingga merugikan para sopir yang menunggu lama itu.

Di tengah dialog bersama sopir truk kontainer itu, Presiden Jokowi langsung menelpon Kapolri untuk membereskan permasalahan ini.

Joko Widodo saat baru terpilih menjadi presiden mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/9/2014).
Joko Widodo saat baru terpilih menjadi presiden mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/9/2014). ((Wartakotalive.com/Henry Lopulalan))

"Pagi hari ini saya senang bisa bertemu dengan Bapak-Bapak semuanya. Saya mendapatkan keluhan yang saya lihat dari media sosial, terutama driver banyak yang mengeluh karena urusan bongkar muat," ucap Presiden membuka dialog.

Presiden Jokowi sengaja menyempatkan diri bertemu para sopir kontainer untuk mendengar langsung keluhan yang mereka alami, terutama soal pungutan liar (pungli).

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved