Berita Religi
Bolehkah Menuliskan Kalimat Man Robbuka Pada Kain Kafan? Begini Hukumnya Kata Buya Yahya Awas Haram
Dalam ajaran agama Islam man robbuka merupakan salah satu pertanyaan yang harus dijawab di alam kubur nanti, bolehkah ditulis pada kain kafan?
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Apakah boleh menulis kalimat man robbuka pada kain kafan? Beginilah penjelasan Buya Yahya.
Kalimat man robbuka dalam bahasa Arab jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarrti siapa Tuhanmu.
Man robbuka merupakan sebuah kalimat tanya yang akan diajukan kepada manusia kelak di alam kubur.
Dalam ajaran agama Islam, itu adalah salah satu pertanyaan yang harus dijawab di alam kubur nanti.
Selain itu ada lima pertanyaan lainnya yang ditanya Malaikat Munkar dan Nakir di Alam Kubur yakni Ma dinuka? Atau apa agamamu?, Man nabiyyuka? Atau siapa nabimu?, Ma kitabuka? Atau apa kitabmu?, Aina qiblatuka? Atau di mana kiblatmu? dan Man ikhwanuka? Atau siapa saudaramu?.
Nah, berkaitan dengan pertanyaan kubur di atas, ternyata ada yang memberikan wasiat agar menuliskan kalimat Man Robbuka di kain kafannya.
Lantas, apakah menuliskan kalimat man robbuka di kain kafan diperbolehkan? Apa hukumnya?
Berikut penjelasan Buya Yahya seputar hukum menulis di kain kafan dengan kalimat man robbuka yang dibagikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Baca juga: Apa Arti Bi Abi Anta Wa Ummi? Bolehkah Bersumpah dengan Kalimat Itu? Ini Penjelasan Buya Yahya Awas!
Pembahasan mengenai boleh tidaknya menuliskan kalimat man robbuka pada kain kafan diawali dari pertanyaan berikut ini.
"Ibu mertua berpesan kepada saya apabila nanti meninggal memintan kain kafan ditulis man robbuka dengan tulisan arab, apakah diperbolehkan seperti itu?," tanya seorang jemaah.
Dalam hal ini Buya Yahya pun menerangkan jika wasiat yang diminta tidak bertentangan dengan syariat dianggap boleh dipenuhi.
"Wasiat yang harus dipenuhi adalah wasiat yang halal dan mubah, maksudnya tidak bertentangan dengan syariat, tapi kalau wasiatnya bertentangan dengan syariat nggak boleh dipenuhi," terang Buya Yahya.
Akan tetapi, perlu diperhatikan lebih lanjut apakah wasiat tersebut bermanfaat atau tidak.
"Wasiat ini nggak ada urusan dengan syariat yakni kalau aku mati nanti tolong kain kafanku tulis man robbuk, apa manfaatnya man robbuk?," tambahnya.
"Kalau sekedar man robbuk tidak ada nama Allah adalah bukan sesuatu yang haram tapi ini nggak ada tuntunannya, kenapa harus ditulis gitu," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/buya-yahya-sosok.jpg)