Breaking News:

Berita Palembang

4 Kali Ditunda, Akhirnya Jaksa Tuntut Taufik Hidayat dengan Hukuman Mati, 'Tak ada yang Meringankan'

Mendengar tuntutan tersebut, melalui kuasa hukumnya, terdakwa Taufik Hidayat akan menyiapkan pledoinya pada agenda sidang selanjutnya.

SRIPOKU.COM/BAYAZIR AL RAYHAN
Taufik Hidayat (47), tersangka pengedar sabu-sabu hanya tertunduk saat digiring pihak personel Polda Sumsel bersenjatakan lengkap, Kamis (11/2/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah mengalami 4 kali penundaan, akhirnya terdakwa kasus narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram, Taufik Hidayat jalani sidang tuntutan.

Dalam sidang virtual diketuai oleh hakim Eddy Cahyono SH MH di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Kamis (10/6/2021), terdakwa Taufik Hidayat dituntut JPU Kejati Sumsel dengan hukuman mati.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa bersalah dan terbukti telah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Atas perbuatanya terdakwa dituntut dengan hukuman vonis mati," ujar JPU.

Mendengar tuntutan tersebut, melalui kuasa hukumnya, terdakwa Taufik Hidayat akan menyiapkan pledoinya pada agenda sidang selanjutnya.

Melansir dari laman SIPP PN Palembang, terdakwa Taufik Hidayat alias Opik diminta oleh seorang bernama Rahman (DPO) untuk mengambil paket yang di maksud di Kabupaten Pali, lalu dihantarkan ke kawsan Kota Sekayu.

Taufik Hidayat menyetujui perintah tersebut dengan imbalan yang dijanjikan oleh Rahman (DPO) sebesar Rp. 15.000.000.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Dengan menggunakan mobil, Taufik langusng menuju lokasi yang telah ditentukan, dan setibanya di jalan Palembang-Sekayu, jalur simpang empat Balai Agung, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin,  Provinsi Sumatera Selatan, terdakwa menemui dua orang yang tidak dikenal, yang meletakan 1 kardus berwana coklat kedalam mobil yang dikendarai terdakwa.

Tak lama kemudian, petugas dari Direktorat Reserse Narkotika Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melakukan penangkapan terhadap terdakwa, namun 2 orang laki-laki tersebut melarikan diri dengan mengendarai mobilnya.

Sementara itu, dikonfirmasi pada Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH menyatakan bahwasanya tidak ada hal-hal yang meringankan dalam pertimbangan tuntutan yang dijatuhkan pada terdakwa.

"Yang pertama dengan pasal yang dikenakan, pasal 114 ayat 2 tentang narkotika, serta banyaknya barang bukti yang didapat dari terdakwa. Untuk itu JPU menuntut terdakwa dengan hukuman mati," ujar Khaidirman, Jum'at (11/6/2021).

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved