Breaking News:

Aplikasi APOA Efektifkan Pengawasan WNA di Muara Enim, Hati-hati Ada WNA Bisa Didenda Rp 25 juta

Dalam rangka bentuk pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) di wilayah Kantor Imigrasi Muaraenim Sosialisasikan Aplikasi APOA

SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
Kantor Imigrasi Kelas ll Non TPI Muaraenim Sosialisasikan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) kepada masyarakat terutama para pelaku usaha penginapan, hotel dan perusahaan. Rabu di gedung Aula Imigrasi Muaraenim, Rabu (9/6/2021). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM -- Dalam rangka bentuk pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) di wilayah Kantor Imigrasi Muaraenim, Kantor Imigrasi Kelas ll Non TPI Muaraenim Sosialisasikan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) kepada masyarakat terutama para pelaku usaha penginapan, hotel dan perusahaan, di gedung Aula Imigrasi Muaraenim, Rabu (9/6/2021). 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Imigrasi Muaraenim Made Nur Hepi Juniartha SH MAP, didampingi Kasi Penindakan Intelijen Imigrasi Muaraenim Machmudi SE dan Kasi teknologi dan informasi keimigrasian Deni Harianto dengan peserta perwakilan sejumlah pelaku usaha di wilayah Satker Imigrasi Muaraenim yang membawahi sembilan Kabupaten/Kota di Sumsel dengan tetap menggunakan Protokol kesehatan COVID-19 dengan ketat. 

Kepala kantor Imigrasi Muaraenim Made Nur Hepi Juniartha menjelaskan, sosialisasi aplikasi APOA tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan dan terobosan dari Ditjenim Pusat melalui Kantor Imigrasi Muaraenim, dalam rangka untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat maupun kepada pelaku usaha terhadap Pelaporan orang asing di wilayah nya. 

Dalam sosialisasi tersebut, lanjut Made, pihaknya juga menekankan khususnya penjamin maupun pelaku usaha adanya kewajiban untuk melaporkan setiap orang asing apa bila ada orang asing sedang berada pada tempat tinggal atau penginapan di wilayahnya.

Sebab jika tidak dilaporkan, sesuai undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang tentang Keimigrasian bahwa bisa dikenakan sanksi.

Adapun isi undang-undang tersebut, yang memuat sanksi apabila pemilik penginapan atau penjamin orang asing.

Apabila, tidak memberikan keterangan atau tidak memberikan data orang asing yang menginap di rumah atau tempat penginapannya, setelah diminta oleh pejabat Imigrasi maka akan dipidanakan kurungan paling lama 3 bulan dan denda Rp 25 juta.

Atas dasar tersebut, pihaknya meminta kepada pelaku usaha maupun penjamin, untuk menghindari adanya sanksi tersebut agar dapat bersinergi dengan kantor Imigrasi Muaraenim dalam pengawasan orang asing ini.

Pada tanggal 10 Juni 2021 ini, aplikasi ini sudah mulai berlaku, sudah berjalan dan sudah bisa didownload.

"Aplikasi ini berbasis Barcode QR, bisa di unduh langsung melalui PlayStore di Smartphone, sehingga dapat memudahkan kepada masyarakat maupun kepada pelaku usaha untuk mendaftarkan orang asing, apa bila ada orang asing berada di wilayahnya dan tidak perlu harus bersusah-susah payah ke kantor melapor, cukup mendaftarkan saja melalui aplikasi ini dan langsung akan di tindak lanjuti," pungkasnya.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved