Breaking News:

TIDAK Banyak yang Tahu, Konseptor Pidato Megawati, Ternyata Anaknya Sendiri, Prananda Prabowo

Prananda Prabowo menjadi sorotan saat menemani Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri meresmikan patung kuda Bung Karno

Editor: Wiedarto
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPP PDI-P Prananda Prabowo saat ditemui di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, Sabtu (10/8/2019) 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Prananda Prabowo menjadi sorotan saat menemani Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri meresmikan patung kuda Bung Karno pada hari Minggu, 6 Juni 2021. Jika dibandingkan dengan Puan Maharani, Prananda memang jarang terlihat di depan publik. Keduanya merupakan anak dari Megawati.

Prananda diketahui lebih banyak berada di belakang layar. Akan tetapi, dalam berbagai kesempatan ia beberapa kali terlihat mendampingi Mega. Seperti apa profilnya? Muhammad Prananda Prabowo lahir pada 23 April 1970. Ia adalah putra kedua Megawati dari suami pertamanya, Letnan Satu Penerbang Surindro Supjarso.

Prananda selama in idikenal sebagai ideolog dan peminat teknologi komunikasi dan informasi. Kiprah Prananda di politik Prananda pertama kali muncul di publik saat Megawati mengajaknya dalam konferensi pers bersama sang adik, Puan Maharani, menjelang pembukaan Kongres III PDI-P 2010 di Bali.

Namanya semakin dikenal saat Mega mengumumkan namanya masuk dalam struktur kepengurusan PDI-P periode 2015-2020. Ia diberi mandat sebagai Ketua DPP PDI-P Bidang Ekonomi Kreatif. Sebelumnya, Pranana juga pernah menjadi Kepala Ruang Pengendali dan Analisa Situasi di PDI-P.

Selama ini, Prananda adalah konseptor pidato politik Megawati. Salah satu pidato Megawati yang mendapat banyak pujian dari berbagai pihak adalah pidato Pembukaan Kongres III PDI-P tahun 2010. Saat itu, Prananda menyisipkan penggalan nasihat dari "Kitab Bhagawad Gita": karmanye vadhikaraste ma phaleshu kada chana ke dalam pidato Mega.

Artinya, kerjakan seluruh kewajibanmu dengan sungguh-sungguh tanpa menghitung untung-rugi. Oleh sejumlah kaum Marhaen, Prananda ini dianggap sebagai salah satu pewaris trah Soekarno.

Bahkan, ia pernah didaulat sebagai keturunan ideologis Bung Karno yang paling tepat menggantikan Megawati Soekarnoputri. Ia juga dinilai memiliki potensi yang cukup besar. Cara pengorganisasiannya sangat detail. Orangnya memang tidak menonjol, tetapi dekat dengan siapa pun.

Selain aktif di dunia politik, cucu Bung Karno ini juga memiliki ketertarikan tinggi di bidang musik. Penyuka aliran musik cadas ini dikenal piawai dalam bermain bass. Karakter permainan bassnya banyak dipengaruhi oleh gaya bermain Steve Harris, bassis Iron Maiden, yang menjadi band idolanya. band cadas asal Inggris yang menjadi idolanya.

Keprihatinannya yang mendalam atas semakin pudarnya rasa nasionalisme di kalangan anak muda mendorongnya untuk membentuk sebuah grup band bernama Rodinda yang merupakan singkatan dari Romantika, Dinamika, Dialektika. Ini adalah prinsip-prinsip revolusi yang sering diucapkan Bung Karno. Prananda berharap Rodinda bisa menjadi medium dalam menyampaikan pesan-pesan nasionalisme kepada kaum muda.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profil Prananda Prabowo, Putra Megawati yang Jarang Tampil di Depan Publik"
Penulis : Wahyuni Sahara
Editor : Bayu Galih

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved