Breaking News:

Buronan Curas Produksi Senpira

Zainal Aripin Ternyata Punya Komplotan, Buronan Pemalak Petani Sawit di Musi Rawas Ditangkap

Dari informasi yang kita terima, warga yang menjadi korbannya sudah banyak, namun tidak berani melapor karena takut dengan komplotan tersangka,"

sripoku.com/ahmadfarozi
Seorang buronan kasus curas saat diamankan aparat kepolisian. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Zainal Aripin (42), warga Dusun II, Blok B, Desa Pelita Jaya, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas merupakan tersangka kasus curas dan curat yang sangat meresahkan warga.

Dalam melakukan aksi memalak petani sawit di Musi Rawas, ia tidak sendiri, melainkan bersama komplotannya.

Saat digerebek di kediamannya Kamis (3/6/2021) dini hari, tersangka diketahui mahir membuat senjata api rakitan yang selalu ia gunakan menakut-nakuti warga saat melakukan aksi pemalakan.

Saat Ini 954 Warga Palembang Jalani Perawatan Covid-19, Update Virus Corona di Palembang 3 Juni

Aksi tersangka yang merupakan residivis kambuhan ini akhirnya terhenti setelah ditangkap anggota Polsek Muara Lakitan yang dipimpin langsung Kapolsek AKP M Romi dan Kanit Reskrim Ipda Joni Jamaris pada Kamis (3/6/2021) sekitar pukul 00.30 dinihari di rumahnya.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Efrannedy, melalui Kapolsek Muara Lakitan, AKP M Romi, mengungkapkan aksi tersangka bersama komplotannya memang sudah sangat meresahkan masyarakat.

Bahkan menurutnya, hampir mayoritas masyarakat petani sawit di wilayah SP1 sudah pernah menjadi korbannya.

"Hampir mayoritas masyarakat yang punya kebun di SP1 sudah menjadi korban dari komplotan tersangka Zainal Aripin ini.

Dari informasi yang kita terima, warga yang menjadi korbannya sudah banyak, namun tidak berani melapor karena takut dengan komplotan tersangka yang setiap beraksi selalu membawa senpira," kata AKP M Romi kepada Sripoku.com, Kamis (3/6/2021).

WNA Belanda Serobot Lahan, Sudah Ditegur tapi Terkesan Cuek

Modus yang dilakukan komplotan ini, kata AKP M Romi, saat melakukan aksinya selalu membawa senpira.

Mereka mendatangi masyarakat yang sedang panen di kebun sawitnya lalu masyarakat pemilik kebun diancam dan diusir oleh komplotan ini.

Karena takut dibawah ancaman komplotan tersangka yang menggunakan senpira, maka warga yang sedang panen di kebun miliknya tersebut terpaksa pergi.

Setelah pemilik kebun pergi, tersangka bersama komplotannya kemudian leluasa memanen dan mengambil buah sawit di kebun tersebut.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved