Breaking News:

Terjepit di Puncak, 4 Pasukan Elite Kunci 9 Kelompok KKB Papua, Polri Imbau Menyerah dan Ajak Dialog

Mereka kerap membuat teror di kawasan tersebut bahkan hingga kini memakan ratusan korban dari anggota TNI dan Polri serta warga sipil.

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Kabid Humas Polri Irjen Argo Yuwono imbau KKB Papua menyerah, pegerakan 9 kelompok KKG Papua terpojok di Puncak 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Total sebanyak Empat wilayah yakni, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Nduga di Provinsi Papua yang menjadi areal operasi KKB Papua yang terdiri dari 9 kelompok.

Mereka kerap membuat teror di kawasan tersebut bahkan hingga kini memakan ratusan korban dari anggota TNI dan Polri serta warga sipil.

Pihak TNI dan Polri pun sudah mengidentifikasi 9 kelompok KKB itu dan mengunci pergerakan kelompok yang kini diberi label teroris oleh pihak pemerintah tersebut.

Hingga kini ada 4 pasukan elite yang bergabung bersama Satgas Nemangkawi di Papua, untuk meneradam aksi dan teror dari KKB Papua.

Bahkan, hingga kini pergerakan KKB Papua sudah Terkurung di Puncak Papua oleh 4 Pasukan Elite Kunci 9 Kelompok KKB Papua, Polri Imbau Menyerah dan Ajak Dialog

Adapun 4 pasukan yang diutus uakni, Pasukan Setan atau yang kerap disebut sebagai Yonif 315 Gadura, kemudian Pasukan Macan Kumbang atau kerap disebut Yonif Mekanis 121 Macan Kumbang, dan terakhir adalah Yonif Raider Khusus , Selain Satgas Nemangkawi yang di pimpin Dua Jendera yakni, Brigjen TNI Tri Budi Utomo, wadanjen Kopassus, dan Brigjen Pol Rocyke Harry Langie

Selain itu, ada Batalyon Infanteri Raider 613/Raja Alam atau Yonif Raider 613/Raja Alam yang melakukan Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Mobile Koops Pinang Sirih 2021 di Puncak Jaya Papua. Dan akan bertugas di sekitaran wilayah Kabupaten Mimika, Asmat dan Mappi. Gantikan Yonif 756.

Meski mengklaim sudah membuat KKB Papua makin terdesak di Puncak, namun Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, pihaknya tetap memberikan kesempatan kepada 9 Kelompok KKB Papua itu untuk kembali ke pelukan NKRI.

Sebab, mereka adalah warga negara Indonesia dan berhak mendapatkan hak-hak mereka sebagai warga negara Indonesia.

Maka itu, Kabid Humas Polri Irjen Argo Yuwono, seperti dikutip Sripoku.com dari Tribunnews, Rabu (2/6/2021) menyatakan, bedasarkan arahan dari Presiden Jokowi, pihaknya mengutamakan dialog dan komunikasi dan merangkul mereka untuk kembali ke pelukan NKRI.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved