Breaking News:

Proyek DME, PTBA Targetkan Bisa Hasilkan 1,4 juta Ton DME Pertahun

Hal ini dikatakan langsung oleh Direktur Utama PT Bukit Asam,Suryo Eko Hadianto kepada Tribunsumsel.com disela-sela kesibukannya.

Editor: Welly Hadinata
IST
Direktur Utama PT Bukit Asam,Suryo Eko Hadianto 

SRIPOKU.COM,MUARAENIM - Terkait proyek Dimethyl Ether (DME), saat ini PT Bukit Asam sedang mempersiapkan desain rinci teknis (Front End Engineering Design/FEED),Minggu,(30/5/2021).

Hal ini dikatakan langsung oleh Direktur Utama PT Bukit Asam,Suryo Eko Hadianto kepada Tribunsumsel.com disela-sela kesibukannya.

"Untuk Proyek DME ini, mestinya pada bulan Mei ini kita hanya baru melakukan penandatanganan Cooperation Agreemet yang isinya untuk mengatur kewajiban-kewajiban kedua belah pihak dalam persiapan pembangunan pabrik gasifikasi untuk menjadi DME ini,"katanya.

Namun lanjutnya dalam progresnya, pihaknya mendapat langkah lebih cepat, dimana PT Bukit Asam Tbk bersama konsorsium PT Pertamina (Persero) dan Air Products telah menanda tangani amandemen perjanjian kerja sama proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) dan menyepakati Processing Service Agreement pada 10 Mei 2021 lalu.

"Dan saat ini,  proyek tersebut akan memasuki tahap mempersiapkan desain rinci teknis (Front End Engineering Design/ FEED).Setelah itu akan dilanjutkan dengan masa konstruksi sekitar 3-4 tahun,kalau kontruksi selesai akan di lanjutkan pada tahap proses uji coba operasi sekitar 1 tahun,"katanya.

Dijelaskan Suryo Eko bahwa targetnya proyek tersebut bisa di operasionalkan pada tahun 2025 mendatang.

"Diperkirakan sebanyak 6 juta ton batubara pertahun dibutuhkan untuk bisa menghasilkan 1.4 juta ton DME pertahun dan bisa menggantikan LPG sekitar 1 juta ton pertahun," terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa setelah progres pembangunan konstruksi tuntas, maka terkait proyek ini akan dilakukan proses uji coba operasi selama satu tahun. 

"Bila selama setahun uji coba, operasional berjalan baik dan sesuai dengan uji kelayakan (Feasibility Study/ FS), maka PTBA berpotensi memiliki saham hingga 40% di proyek DME ini, kalau saat ini proyek DME ini masih 100% dipegang oleh Air Products selaku pembawa teknologi,"katanya.

Pihaknya juga berharap dengan adanya pabrik DME ini nantinya bisa mengurangi import LPG  sehingga akan memperbaiki neraca perdagangan dan kemandirian energy.

"Selain itu diharapkan bisa mengcreate value added bagi kekayaan negara berupa sumberdaya batubara berkalori rendah, menciptakan lapangan kerja dan membawa dampak positif lainnya bagi masyarakat setempat maupun negara, dan Untuk PTBA sendiri diharapkan juga  proyek ini bisa membawa manfaat dengan munculnya portofolio bisnis kearah downstream dan meng_create-captive market untuk batubara,"pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved