Teroris Ali Kalora
JELANG Idul Fitri, KELOMPOK Teroris Ali Kalora Kembali Berulah, Bunuh 2 Warga Sipil di Pelosok
Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali menyerang warga tidak bersalah di wilayah Poso, Desa Kalimago, Sulawesi Tengah.
SRIPOKU.COM, POSO--Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali menyerang warga tidak bersalah di wilayah Poso, Desa Kalimago, Sulawesi Tengah.
Kali ini, dua warga Poso dikabarkan tewas dalam kondisi mengenaskan, usai diserang oleh kelompok yang dipimpin Ali Kalora tersebut.
Sebab, kondisi korban diketahui dalam kondisi kepala terpenggal.
Insiden penyerangan ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didik Supranoto.Ia juga membenarkan ada dua korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Iya betul (Ali Kalora Cs serang warga). Informasi awal korbannya ada dua," kata Didik kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).
Namun demikian, kata Didik, pihaknya belum mengetahui secara pasti kondisi korban.
Yang jelas, pihaknya masih melakukan olah TKP.
"Itu kalau kondisinya saya belum tahu, karena masih proses identifikasi.Tapi informasinya betul, kejadian di wilayah Poso, Desa Kalimago.Untuk kondisinya kami masih menunggu identifikasinya karena masih di TKP," ucapnya.
Ali Kalora Dikabarkan Tertembak Saat Kontak Senjata dengan Satgas Madago Raya
Polri menyebut kabar Ali Kalora, pimpinan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, tertembak saat kontak senjata dengan Satgas Madago Raya, masih simpang siur.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyatakan, Polri baru bisa memastikan dua anak buah Ali Kalora Cs tewas dalam insiden baku tembak.
"Belum ada konfirmasi masalah Ali Kalora tertembak ya."
"Tapi memang yang berkegiatan di sana jelas kelompok Ali Kalora."
"Tapi khusus menyangkut Ali Kalora sendiri kami belum dapat konfirmasi," kata Brigjen Rusdi kepada wartawan, Sabtu (6/3/2021).
Namun demikian, kata Rusdi, Polri masih terus berkoordinasi dengan Satgas Madago Raya untuk mendalami informasi tersebut.
"Nanti kalau ada informasi lebih jelas pasti akan disampaikan, saat ini belum muncul nama Ali Kalora," ucapnya.
Sebelumnya, Ali Kalora, pimpinan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, diduga tertembak saat kontak senjata dengan Satgas Madago Raya, Senin (1/3/2021).
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Suparnoto membenarkan adanya dugaan Ali Kalora diduga terluka dalam baku tembak.
Dia bilang, pihaknya masih tengah melakukan pengejaran.
"Iya benar, diduga seperti itu."
"Terkena tembakan dan sedang dilakukan pengejaran," kata Kombes Didik Suparnoto saat dikonfirmasi, Selasa (2/3/2021).
Ia menyampaikan pihaknya masih melakukan pengejaran kepada kelompok Ali Kalora Cs yang berhasil melarikan diri tersebut.
"Satgas Madago Raya masih dilakukan pengejaran untuk yang lain di sekitar Poso Pesisir Utara," terangnya.
Kena Bom Sendiri
Kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora, terlibat baku tembak dengan Satgas Madago Raya.
Dua orang tewas dalam insiden itu, dan satu di antaranya diduga tewas karena terkena bom sendiri.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranato mengatakan, anak buah Ali Kalora yang tewas diduga terkena bom yang dibawanya sendiri, bernama Khoirul.
"Si Khoirul membawa bom rakitan dan ini meledak.Jadi mereka kena ledakannya sendiri. Jadi mereka luka kena ledakan. Ada beberapa luka karena bom yang dibawanya," kata Didik kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).
Namun begitu, Didik menyampaikan pihaknya belum mengetahui secara pasti bom yang digunakan oleh Khoirul.
"Kita belum tahu, pasti rakitan karena kan luka-luka bakar."
"Tujuannya pasti untuk ke personel TNI/Polri. Cuma kena dia sendiri," jelasnya.
Sedangkan anak buah Ali Kalora lainnya bernama Alfin, tewas karena tertembak, saat kontak senjata dengan Satgas Madago Raya."Jadi yang satu Si Alfin ini kan luka tembak karena kontak senjata."Sekarang satgas masih melakukan pengejaran sisa-sisa dari kelompok MIT yang ada di Poso."Ini kan masih ada 11. kemudian, tertangkap dua yang kemarin ini. Jadi masih ada 9 orang," bebernya.
Kronologi
Satgas Madago Raya terlibat baku tembak dengan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.
Insiden berawal saat kelompok pimpinan Ali Kalora itu hendak mengambil bahan makanan.
Ketika itu, kelompok Ali Kalora Cs tengah akan mengambil makanan atau logistik dari seorang kurir di wilayah pegunungan Andole, Poso, Pesisir Utara, Senin 1 Maret 2021 sekitar pukul 18.20 WIB.
Namun, Satgas Madago Raya telah terlebih dahulu mengendus gerak-gerik pelaku.
Alhasil, keduanya pun terlibat kontak tembak yang berujung tewasnya 2 anggota kelompok Ali Kalora Cs.
"Jadi berdasarkan informasi, mereka ini mau mengambil bahan makanan dari kurir."
"Kemudian dilakukan penyergapan, hasilnya dari tim Madago Raya ini ada terjadi kontak tembak," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didik Supranato kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).
Namun, Didik tidak menjelaskan lebih lanjut soal identitas kurir yang menyuplai logistik kepada Ali Kalora Cs.
Dia hanya bilang kurir tersebut menyimpan logistik ke titik lokasi yang ditentukan.
"Mereka ada kurirnya yang rencana mau naik, mau ambil makanan.Tapi sebelum itu sudah dilakukan penyatronan, mereka kan punya titik tertentu.Tidak naik gunung, artinya ada titik tertentu yang sudah disepakati untuk mereka mengambil."Informasi ini yang kami peroleh dari Satgas," paparnya.
Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, Satgas Madago Raya terlibat kontak tembak dengan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso alias kelompok Ali Kalora Cs, Senin (1/3/2021).
Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Didik Supranato menyatakan, dua orang yang tergabung dalam kelompok Ali Kalora Cs, tewas dalam baku tembak tersebut.
"Iya betul, yang (tewas) satu atas nama Alvin, yang satu atas nama Khairul," kata Kombes Didik kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).
Didik menjelaskan, kontak tembak terjadi di sekitar pegunungan Andole, Poso, Pesisir Utara, sekitar pukul 18.20 WIB pada Senin 1 Maret 2021.
Dalam kontak tembak itu, pimpinan MIT Ali Kalora juga dikabarkan berada di tempat tersebut. Namun, dia bersama kawanannya melarikan diri usai terdesak TNI-Polri.
"Iya, informasinya demikian (ada Ali Kalora)."
"Cuma Satgas Madago Raya masih dilakukan pengejaran untuk yang lain di sekitar Poso Pesisir Utara," jelasnya.
Hingga kini, jenazah dua anggota kelompok MIT telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan proses autopsi.
Satgas Madago Raya juga menyita sejumlah barang bukti dalam baku tembak tersebut.
Di antaranya, amunisi laras panjang, bahan makanan, sayur mayur, jam tangan, GPS, dan perlengkapan lainnya.
Anggaran Besar Hasil Tak Memuaskan
Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto meminta personel Operasi Tinombala di Sulawesi Tengah dan Nemangkawi di Papua, harus membuat perubahan radikal dalam bertugas.
Menurutnya, operasi tersebut menyerap anggaran yang cukup signifikan. Namun, efisiensi operasi tersebut masih dipertanyakan.
"Yang jadi perhatian ini khususnya di 2020 itu Operasi Tinombala dan Nemangkawi."
"Ini yang betul-betul mohon rekan Kapolda senior, Kapolda Sulteng dan Papua itu betul-betul menjadi perhatian khusus."
"Karena ini betul-betul menyerap biaya yang cukup tinggi," kata Imam dalam rapat pimpinan (Rapim) Polri 2021, Rabu (17/2/2021).
Imam meminta personel yang bertugas dalam Operasi Tinombala dan Nemangkawi, segera mengevaluasi setiap perencanaan dalam kegiatannya tersebut.
"Tolong dievaluasi dengan hasil yang dicapai."
"Kalau memang hasilnya tidak signifikan dengan perencanaan dan anggaran yang sudah kita alokasikan, mohon buat perubahan-perubahan yang radikal."
"Sehingga target operasi yang harusnya di 2020 itu bisa kita capai, itu bisa kita wujudkan di 2021 ini," pintanya.
Ubah Nama
Polri mengubah nama atau sandi satuan tugas (Satgas) Tinombala menjadi Operasi Madago Raya.Perubahan nama itu dimulai pada Rabu (17/2/2021).
Menurut Asisten Operasi Kapolri Irjen Imam Sugianto, perubahan nama itu atas instruksi langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam rapat pimpinan (Rapim) Polri 2021.
"Operasi Tinombala 2020 yang sekarang sudah berupa menjadi sandinya."
"Yaitu menjadi operasi Madago Raya dan mohon mulai disosialisasikan," kata Imam dalam Rapim Polri 2021, Rabu (17/2/2021).
Imam menyampaikan, satgas ini merupakan tim yang bertugas di wilayah Poso, Sulawesi Tengah.
Mereka bertugas memberantas jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Dalam paparannya, Madago Raya merupakan bahasa daerah Poso, yang secara umum artinya adalah baik hati dan dekat dengan masyarakat. (Igman Ibrahim)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Kelompok Teroris MIT Pimpinan Ali Kalora Kembali Serang Warga, Dua Orang Tewas, https://wartakota.tribunnews.com/2021/05/11/kelompok-teroris-mit-pimpinan-ali-kalora-kembali-serang-warga-dua-orang-tewas?page=all.
Editor: Yaspen Martinus