Jatuh Bangun Itu Biasa
Pengusaha konveksi Yuli Mayasari memberikan tips agar bisa sukses jalani usaha: Jangan mudah putus asa, jangan mudah menyerah dan berikan yang terbaik
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sempat tidak berproduksi selama 1 tahun saat pandemi lantaran sekolah belajar daring, kini usaha konveksi yang digeluti Yuli Mayasari sejak tahun 2012 silam ini sudah mulai 'bangkit' lagi pasca datangnya beberapa permintaan pesanan dari konsumen.
Berikut petikan wawancaranya dengan wartawan Sripoku.com Aminuddin belum lama ini
T : Boleh diceritakan perjalanan singkat usaha yang ibu tekuni saat ini?
J : Saya memulai usaha konveksi ini sekitar tahun 2012 silam. Tapi masih maklon ke tempat orang. Sebelumnya sudah menjalani jualan baju online dari tahun 2008. Waktu itu masih lewat BBM. Saya memang terbiasa jualan dari zaman saya kuliah. Jadi memang inisiatif saya sendiri buat usaha ini.
T : Berapa jumlah karyawan saat ini?
J : Karyawan saat ini yang tetap 3 orang tapi kalo lagi banyak pesanan saya bisa manggil tambahan penjahit.
T : Boleh tahu ibu jenis usahanya?
J : Usaha konveksi pesanan seragam sekolah, kantor dan lain-lain. Selain pakaian saya juga menerima pembuatan topi, medali, mug, pin dan sebagainya
T : Soal harga gimana ibu?
J : Buat harga tergantung bahan dan desain.
T: Kemana saja dipasarkan?
J : Di daerah Bandung dan Sumatera ( Palembang, Jambi, dan Padang ).
T : Gimana dengan tingkat persaingannya?
J : Kalau di Bandung, saingan buat konveksi banyak karena memang disini pusatnya.
T : Punya pelanggan khusus barangkali?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/yuli1jpg.jpg)