Breaking News:

Polda Sumsel dan Polrestabes TNI Pemerintah Kota Palembang Tekan Penyebaran Covid 19

Polda Sumsel dan Polrestabes TNI Pemerintah Kota Palembang Tekan Penyebaran Covid 19, Pemberlakuan PPKM Skala Mikro dan Pengamanan Antisipasi

Penulis: Andi Wijaya
Editor: bodok
SRIPOKU.COM/DWI
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri MM tengan dan kanan Pangdam II SRW Mayjen TNI Agus Suhardi, kiri Wali Kota Palembang H Harnojoyo 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Polda Sumsel bersama Polrestabes, Palembang, TNI dan Pemerintah Kota serta instansi terkait, bersama-sama menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Palembang yang ditetapkan sebagai zona merah.

Ketika ditemui, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S mengatakan, bahwa kasus Covid 19, terus meningkat di wilayah Palembang di momen libur.

"Palembang kembali zona merah hingga saat ini kasus Covid-19 ini terus meningkat, apalagi momennya di saat libur, karena ini banyak terjadi kerumunan yang mengakibatkan perkembangan virus itu terjadi," ungkap Irjen Eko usai rapat koordinasi terkait pemberlakuan PPKM skala mikro dan pengamanan antisipasi kerumunan, Jumat (7/5/2021).

Kerumunan sendiri ini, lanjutnya terjadi saat masyarakat melakukan kegiatan diluar rumah seperti mudik, shalat di masjid, hingga belanja di mall sehingga terjadinya peningkatan kasus terkena dampak dari Covid-19.

"Oleh karena itu, kita bersama-sama untuk menekan penyebaran Covid-19 ini di Palembang yang termasuk zona merah tidak hanya kita tapi juga TNI, pemerintah maupun instansi terkait hingga masyarakat guna menekan penyebaran Covid-19 dan mengutamakan protokol kesehatan," katanya.

Tidak hanya Palembang Zona masuk dalam zona merah, sambung Jendral Bintang dua ini, tetapi ada Kota Prabumulih dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur juga zona merah sedangkan Kapupaten/kota di Sumsel masuk zona kuning dan orange.

"Untuk tingkat kecamatan sendiri di Kota Palembang dari data yang kita dapatkan bahwa dari 18 Kecamatan cuma Kertapati zona kuning dan Sematang Borang zona orange," katanya.

Ditempat yang sama, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira melalui Wakapolrestabes, AKBP Andes Purwanti juga mengatakan, daerah Palembang merupakan daerah yang tidak biasa.

"Dalam dua Minggu terakhir ini kita melakukan berbagai kegiatan untuk menekan Penyebaran Covid-19 ini tapi usaha yang kita lakukan belum maksimal karena Palembang masih zona merah," katanya.

Sedangkan, berdasarkan data BNPB pusat per 13 April lalu, Palembang zona merah di ikuti beberapa kecamatan di Palembang tapi hanya Kertapati dan Sematang Borang yang saat ini aman tidak zona merah.

"Untuk itu kita akan terus melakukan berbagai kegiatan seperti 3T dan 5M, patroli himbauan, pembubaran cafe yang tidak memenuhi prokes, operasi Yustisi, pembagian masker dan penutupan sementara tempat wisata," ungkapnya.

Namun dengan usaha yang dilakukan tempat-tempat yang masih tinggi kerumunannya dengan tidak menetapkan prokes seperti pasar tradisional dan cafe.

"Sehingga kita himbau untuk segera menerapkan prokes kalau tidak akan diberikan kartu kuning hingga kartu merah penutupan tempat usaha," tegasnya.

Sedangkan Walikota Palembang, H Harnojoyo mengatakan, bahwa kebersamaan adalah solusi yang sangat tepat memutus penyebaran Covid-19 ini di wilayah Palembang.

"Saya sangat mendukung apa yang telah dilakukan ini tapi untuk memutusnya perlu kebersamaan, jadi dengan kebersamaan lah bisa memutus dan membebaskan Palembang dari Zona merah," tutupnya. (Diw) 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved