Lailatul Qadar

Malam 23 Lailatul Qadar: Kenali Tanda-Tanda, Amalan Serta Doa Khusu Ini, Insyaallah Dapat Berkah

Sebuah gejala gaib yang menjadi rahasia Allah SWT dan Rasulullah SAW, namun bisa dikenali bagi hambanya yang beriman dan bertaqwa

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Malam 23 Lailatul qadar kenali tanda, bacaan doa dan amalannya semoga berkah bertepatan tanggal Rabu (5/5/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Kenali Malam 23 Lailatul Qadar atau malam ke-23 di Bulan Ramadhan 1442 Hijriah atau bertepatan dengan Rabu (5/5/2021).

Maka itu Kenali Tanda-Tanda, Lakukan Amalan dan Baca Doa Ini, Insyaallah Dapat Berkah, sebab dimalam-malam ganjil, akan turun Lailatul qadar, di mana para malaikat turun ke bumi untuk memberikan berkah.

Serta malaikat Jibril turun ke bumi untuk menjalankan tugasnya.

Seperti diketahui, Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, akan jatuh pada malam ganjil.

Turunnya Lailatul qadar bisa dikenali, dengan adanya tanda-tanda atau gejala alam.

Sebuah gejala gaib yang menjadi rahasia Allah SWT dan Rasulullah SAW, namun bisa dikenali bagi hambanya yang beriman dan bertaqwa serta beribadah dengan penuh khusyuk.

Untuk diketahui, Lailatul qadar turun pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana Hadist dari Rasulullah SAW:

Seperti diriwaytkan oleh Abu Salamah berkata, "Aku pernah berbicara dengan Abu Said, ia adalah sahabatku. Dia berkata, kami pernah beritikaf bersama Nabi SAW. Pada pertengahan sepuluh Ramadhan. Kemudian beliau keluar pagi hari kedua puluh dan berkhutbah kepada kami, "Sesungguhnya aku pernah melihat Lailatul qadar, kemudian aku lupa atau dilupakan. Cari ia pada sepuluh malam terakhir yang ganjil. Sesungguhnya aku pernah berminpi bahwa aku akan sujud dalam air dan anah. Barang siapa yang itikaf bersama Rasulullah hendaklah dia pergi. Lalu kami pun pergi dan kami tidak melhat awan kecil dilangit. Lalu datang awan dan hujan hingga atau masjid menjadi basah. Ketika ia (atap tersebut) terbuat dari pelepah kurma. Lalu Shalat pun dilakukan. Aku meihat Rasulullah sujud i datas air dan tanah hingga melihat bekas keningnya. ((HR Riwayat Al Bukhari dalam kitab Sahalt Al Tarawih, Bab Iltimas Lailah A Qadr Fi Al Awakhir Nomor 1.877).

Tanda-tanda itu Kemudian diperkuat Hadist Lainnnya:

Dari Aisyah ra yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda.

"Carilah oleh kalian Lailatul qada pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramdhan," (HR Al Bukhari, nomor 1.878).

Dapat disimpulkan dari hadist tersebut di atas, jika Lailatul qadar memang terjadi di 10 terakhir pada bulan Ramadhan terutama di malam-malam ganjil.

Tanda-Tanda Alam

Dijelaskan oleh para ulama berdasarkan nukilan dari Alquran dan hadist Rasulullah SAW dan Bahwa, tanda-tanda Lailatul qadar akan turn di 10 malam terakhir terjadi di malam-malam ganjil.

Sehingga Rasulullah SAW pun menerangkan tidak secara rinci kapan turunnya Lailatul qadar secara pasti tentang tanggalnya, apakah di malam 21, 23, 25, 27 atau pada malam 29 di bulan Ramadhan.

Namun dipastikan Lailatul qadar akan turun diantara tanggal-tanggal tersebut, sehingga dianjurkan meningatkan ibadah di 10 malam terakhir, termasuk melakukan itikaf di masjid-masjid terdekat.

Meski menjadi misteri, namun ada tanda-tanda di dalam hadist Rasulullah SAW sebagai berikut:

1. Matahari Muncul di Pagi Hari dengan Lembut

Meski tak diketahui pasti, namun dalam cerita umat terdahulu sebenarnya terdapat beberapa tanda-tanda yang dirasakan oleh umatnya yang beriman dan bertaqwa serta beribadah satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

Berikut tanda Lailatul qadar sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW:

Zir berkata: "Aku pernah mendengar Ubay ibn Kaab berkata, sebelumnya dikatakan kepadanya bahwa Ibn Masud pernah berkata. "Barang siapa yang mendirikan Ibadah satu tahun akan mendapatkan Lailatul qadar, Ubay berkata: Ia adalah pada bulan Ramadhan. Ubay bersumpah dengan tidak menguncapkan masya Allah. Dan demi Allah, sesungguhnya aku mengatahui malam apakah ia. Ia adalah malam yang Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk mendirikannya. Ia adalah malam hari kedua puluh tujuh. Tanda-tandanya adalah matahari muncul pada pagi hari putuh tidak ada sinar. (HR Al Bukhari, Shalat Al Musafirin, nomor 1.272).

Lalu diriwayatkan oleh Abu Dawud:

"Matahari di pagi hari itu menjadi seperti bejana yang tidak ada sinar hingga naik," (HR Abu Dawud)

Kemudian riwayat Ahmad:

"Tanda Lailatul qadar adalah bersih, terbit seperti bulan yang jelas, lembut, tenang, tidak dingindan tidak panas. Tidak halal bagi bintang untuk mencelanya hingga pagi. Tandanya adalah matahari pada pagi harinya keluar dalam keadaan lusur, tidak ada sinar seperti bulan malam Badar. Tidak halal bagi setan untuk keluar pada hari itu," (Musnad Ahmad Nomor 21.702).

2. Alam terlihat Bersujud

Fenomena alam terlihat semua benda bersujud, hal ini hanya dilihat oleh orang-orang tertentu dan bagi orang Mukmin yang benar-benar menjalankan ibadahnya secara sempurna selama bulan Ramadhan atau bahkan satu tahun sebelumnya.

3. Alam terasa terang benderang

Malam Lailatul qadar akan memberikan tanda, bahwa alam akan terang benderang, sejuk, lembut dan cuaca tidak panas dan juga tidak terlalu dingin. Bahkan terangnya alam sekitar akan tampak meski berada di tempat gelap sekalipun. Tanda-tanda ini hanya dirasakan oleh orang Mukmin yang beriman dan bertaqwa dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

4. Doa orang yang mendapatkan Lailatul qadar akan ijabah oleh Allah SWT dan hanya orang tersebut yang merasakannya.

Lalu apa yang dilakukan setelah merasakan tanda-tanda tersebut? berikut beberapa trik yang peru dilakukan:

Berikut ini, Trik Mendapatkan Malam Lailatul Qadar dari Rasulullah SAW Dimulai Malam ini dan Doa Khusus Serta Amalannya

1. Siapkan Hati

Hati yang suci dan bersih adalah kunci untuk meraih berkah Lailatul qadar, sebab dengan hati bersih dan terbuka maka akan memudahkan kita mengerjakan segala amalan dan ibadah dengan iklas.

Hal ini disebutkan oleh Rasulullah SAW:

"Sesungguhnya dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, seluruh hidup akan baik. Dan jika ia buruk, seluruh hidup akan buruk. Ketahuilah, ia adalah hati," (HR Al Bukhari dan Muslim)

Cara mempersiapkan hati diungkapkan oleh Siti Aisyah ra

"Jika memasuki sepuluh hari terakhir, Nabi mengencangkan sarungnya (tidak menggauli istrinya), menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya," (HR Al Bukhari dan Muslim)

Kemudian diperkuat lagi dengan keterangan yang juga dari Siti Aisyah Ra:

Rasulullah SAW bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir dengan kesungguhan yang tidak beliau lakukan di malam-malam lain," (HR Al Bukhari dan Muslim)

2. Melaksanana ibadah tarawih dan memperbanyak salat Sunat terutama Tahajud

Seperti dianjurkan oleh Rasulullah, di 10 malam terakhir untuk meningkatkan keimanan dan ketawqaan, serta ibadah, mengerjakan sholat wajib dan sunat secara teratur.

Misalnya dimulai dari pagi hari Sholat Dhuha, dilanjutkan dengan memperbanyak sholat sunat sebelum dan sesudah sholat wajib atau fardhu.

Lalu sholat tarawih dan usahakan bangun disepertiga malam untuk sholat Tahajud.

Hal ini disebutkan dalam Al Quran Surat Al Dzariyah ayat 15-18 sebagai berikut:

"Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air - mata air. Sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu didunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir-akhir malam memohon ampun kepada Allah.

Lalu dijelaskan dalam Hadist Rasulullah SAW:

Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir. Dia Berfirman: "Barang siapa yang berdoa kepada KU akan Aku kabulkan, barang siapa yang meminta kepada Ku akan Aku berikan, dan abrang siapa yang meminta ampun kepada Ku akan Aku ampuni," (HR Al Bukhari dan Muslim)

Artinya selain menjalankan ibadah rutin sebagaimana dianjurkan yakni sholat tarawih, maka menegakkan Sholat sepertiga malam akan sangat baik di bulan Ramadhan terutama di 10 terakhir Bulan Ramadhan.

3. Memperbanyak doa dan zikir hingga terbit Fajar

Doa dan Dzikir hingga terbit Fajar disetiap selesai sholat yang kita dirikan baik itu sholat wajib, sholat tawarih, sholat sunnat hingga sholat tahajud hingga terbit Fajar.

Makna hingga terbit fajar adalah disepanjang malam hingga terbit fajar merupakan kesempatan kita untuk memanjat doa dan dzikir.

4. Bacaan Doa

Adapun bacaan doa untuk meraih dan mendapatkan berkah Lailatul qadar adalah doa khusus yang diajarkan oleh Rasululah SAW sebagai berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari Aisyah Ra berkata; "Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu jika saja aku tahu bahwa suatu malam adalah malam lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?" Jawab Rasulullah SAW, "Berdoalah: ALLAHUMMA INNAKA 'AFUWWUN TUHIBBUL 'AFWA FA'FU 'ANNII (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf menghapus kesalahan, karenanya maafkanlah aku hapuslah dosa-dosaku).”

(HR. Tirmidzi, no. 3513 dan Ibnu Majah, no. 3850. Disebutkan oleh Abu ‘Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih, sementara Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Maka yang wajib dibaca di malam Lailatul Qadar adalah:

Bunyi doanya adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii

Artinya: Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku.

Berikut Tata Cara Sebelum Membaca Doa

Pertama Usahakan Selalu Membaca Istighfar

Sebelum berdoa, dianjurkan untuk membaca istighfar sebanyak tiga kali setelah selesai salat:

ASTAGHFIRULLAH HAL'ADZIM, ALADZI LAAILAHA ILLAHUWAL KHAYYUL QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIIH

Lalu, dilanjutkan dengan bacaan dzikir seperti berikut:

LAA ILAHA ILLALLAH WAKHDAHU LAA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL KHAMDU YUKHYIIY WAYUMIITU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI'INNQODIIR

Selanjutnya Memohon perlindungan dari siksa neraka, dengan membaca:

ALLAHUMMA AJIRNI MINAN-NAAR

Jangan lupa dan wajib dilanjutkan dengan memuji Allah SWT dengan kalimat:

ALLAHUMMA ANGTASSALAM, WAMINGKASSALAM, WA ILAYKA YA'UUDUSSALAM FAKHAYYINA RABBANAA BISSALAAM WA-ADKHILNALJANNATA DAROSSALAAM TABAROKTA RABBANAA WATA'ALAYTA YAA DZALJALAALI WAL IKRAAM.

Kemudian Membaca surat al-Fathihah dan ayat kursi

Setelah membaca Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi (Al-Baqarah : 225) seperti berikut:

Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa bayna aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal 'aliyyul 'azhiim

Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil, berikut penjelasannya:

Membaca Tasbih 33 kali: "SUBHANALLAH" (33x)

Membaca Tahmid 33 kali: "ALHAMDULILLAH" (33x)

Membaca Takbir 33 kali: "ALLAHU AKBAR" (33x)

Membaca Tahlil 33 kali: "LAILAHA ILLALLAH" (33x)

Lalu dilanjutkan dengan Membaca Doa

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved