Breaking News:

Syarat Mendapatkan Bantuan Santunan Kematian dari Pemkab Musi Rawas, Bagaimana dengan Bunuh Diri

Pemkab Musi Rawas melaunching program Santunan Kematian untuk masyarakat Kabupaten Musi Rawas yang meninggal dunia.

diskominfo musi rawas
Pemkab Musi Rawas melaunching program "Santunan Kematian" bagi masyarakat Kabupaten Musi Rawas yang meninggal dunia. Launching program dilaksanakan oleh Bupati Musi Rawas Ratna Machmud di auditorium Pemkab Musi Rawas, Jumat (30/4/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmaz Farozie

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Pemkab Musi Rawas melaunching program Santunan Kematian untuk masyarakat Kabupaten Musi Rawas yang meninggal dunia.

Launching program dilaksanakan oleh Bupati Musi Rawas Ratna Machmud di auditorium Pemkab Musi Rawas, Jumat (30/4/2021).

Apa itu program santunan kematian dari Pemkab Musi Rawas, dikatakan Ratna, yakni upaya untuk meringankan beban dan bentuk bela sungkawa pemerintah terhadap masyarakat Kabupaten Musi Rawas yang tertimpa musibah kematian.

Hal yang Sesungguhnya Terjadi dari Postingan Bule Rusia yang Viral di Media Sosial, Ada Salah Paham

Santunan kematian ini merupakan salah satu program prioritas untuk mewujudkan Musi Rawas Mantab.

Adapun syarat mendapatkan santan kematian dari Pemkab Musi rawas, yakni warga Kabupaten Musi Rawas memiliki KTP Kabupaten, KK dan Akte Kelahiran.

Kemudian warga Kabupaten Musi Rawas yang belum memiliki KTP Kabupaten karena hal tertentu, tetapi terdaftar dalam KK.

Selanjutnya warga Kabupaten Musi Rawas yang orangtua atau walinya mempunyai KK dan KTP Kabupaten Musi Rawas dan yang bersangkutan terdaftar dalam KK atau Akte Kelahiran atau Surat Keterangan Kelahiran.

Pada 2020 Program Literasi Keuangan CIMB Niaga Jangkau 121 Sekolah, Akankah Masih Ada di 2021

Syarat lainnya adalah masyarakat yang belum memiliki administrasi kependudukan, mendapatkan santunan kematian bagi yang meninggal, apabila telah bertempat tinggal di Kabupaten Musi Rawas sekurang-kurangnya enam bulan yang dibuktikan dengan keterangan domisili dari pemerintah desa setempat.

Adapun pengecualian bantuan santunan kematian ini adalah melakukan perbuatan yang dilarang dalam agama, seperti bunuh diri, aborsi dan lain-lain.

Kemudian hukuman mati sebagai akibat putusan pengadilan, balita yang neninggal sebelum genap berumur satu tahun dan melakukan kejahatan atau perbuatan pidana.

Pengecualian bantuan santunan kematian lainnya adalah kematian akibat penggunaan obat-obat terlarang berupa narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya dan kematian akibat bencana alam.

"Bantuan santunan kematian ini dialokasikan terhitung setelah launching pada hari ini," kata Ratna Machmud.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved