Sinetron Ikatan Cinta

Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta 29 April, Keadaan Memburuk, Aldebaran Alami Kerusakan Otak, Lumpuh?

Arya Saloka alias Aldebaran ini disebut akan mengalami kelumpuhan akibat kerusakan otak yang dialaminya.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
Capture/Youtube/RCTI
Aldebaran Alfahri, Pemain Sinetron Ikatan Cinta 

SRIPOKU.COM - Elsa yang diperankan Glenca Chysara lupa tindakannya pada Riki yang diperankan Rendy Jhon akan berujung petaka yang besar.

Apalagi Riki nampak mulai menaruh harapan pada Elsa usai mehabiskan malam bersama di hotel.

Disisi lain Aldebaran akan mengalami kondisi mencekam usai selamat dari masa kritisnya.

Arya Saloka alias Aldebaran ini disebut akan mengalami kelumpuhan akibat kerusakan otak yang dialaminya.

Nah untuk lengkapnya simak Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta episode 29 April 2021.

Baca juga: Kondisi Al Kritis, Dokter Angkat Tangan, Andin Cium Suaminya Keajaiban Datang? Ikatan Cinta 29 April

Baca juga: Bak Kacang Lupa Kulit, Anwar Sindir Mantannya Pansos, Ayya Renita Bilang Sayang ke Pria Lain Kaya

Sinopsis 29 April 2021

Malam ini, Kondisi Al memburuk akibat kecelakaan yang dialaminya, Aldebaran akan mengalami kerusakan otak.

Seperti yang dikatakan dokter, Aldebaran menderita subdural hematoma. Itu merupakan kondisi dimana darah masuk pada ruang tengkorak.

Diketahui, Hematoma merupakan kondisi adanya darah yang tidak normal di luar pembuluh darah.

Kumpulan darah ini bisa berukuran setitik kecil, tapi bisa juga berukuran besar dan menyebabkan pembengkakan.
Hematoma juga akan menyebabkan iritasi dan peradangan.

Orang awam sering mengartikan hematoma dengan kondisi memar atau lebam.

Padahal, hematoma menggambarkan kondisi yang jauh lebih serius. Sebab, penumpukan darah akibat hematoma bisa menimbulkan bengkak.

Bahkan salah satu Komplikasi Hematoma ialah Kerusakan otak permanen.

Bila hematoma terbentuk di rongga kepala, dapat menekan saraf di otak atau meningkatkan tekanan intrakranial, yang akan menyebabkan kerusakan otak.

Kerusakan otak yang permanen ini bisa mengakibatkan kelumpuhan dan penurunan kesadaran.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved