Subhanallah, Berikut Ini Tanda-Tanda Orang yang Mendapatkan Lailatur Qadar
Berdasarkan hadist yang dikeluarkan Aisyah RA, dinyatakan bahwa Rasulullah SAW beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Tanpa terasa Puasa Ramadhan sudah memasuki malam ke-16 atau minggu ketiga Bulan Ramadhan.
Sehingga lima hari ke depan, merupakan masa-masa di mana akan ada malam Lailatul qadar atau Lailatul Qodar, malam khusus atau malam istimewa di mana malam tersebut kerap disebut sebagai malam lebih baik dari seribu bulan.
Malam tersebut dinamakan Lailatul qadar atau malam penuh berkah, penuh ampunan, dan malam istimewa di mana setiap doa umat muslim dikabulkan.
Dijelaskan pula, jika Malam Lailatul Qadar itu jatuh pada malam-malam ganji di 10 malam terakhir yakni, malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29 dalam bulan Ramadhan.
Mendapatkan berkah malam Lailatul Qadar memang tidak mudah.
Bahkan hanya orang-orang teripilihlah yang akan mendapatkannya, orang-orang yang dipilih oleh Allah SWT karena keimanan, kebaikan dan keutamannya, terutama beribadah di malam Bulan Ramadhan.
Lalu, seperti apa tanda-tanda orang yang mendapatkan Lailatul Qoadar tersebut? Maka itu disebutkan ada 5 tanda orang-orang yang mendapatkan Lailatul Qadar, Yakni:
1. Terus Menerus Bertaubat
Dijelaskan oleh pimpinan Ponpes Miftahul Huda Musi Banyuasin Sumsel, Ustaz Mustain bahwa, setiap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar, namun hanya orang-orang yang dipilih Allah lah yang berhak mendapatkannya.
Maka itu, tanda pertama Orang yang bakal mendapatkan Malam Lailatur Qadar itu, adalah orang-orang yang mendapatkan hidayah sepanjang Bulan Puasa, dia merasa dirinya tidak sempurna dan penuh dosa.
Sehingga terus menerus ingin bertaubat dan bertaubat agar mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
"Terjadi peningkatan ibadah selama Bulan Puasa, bahkan setelanya dan selamanya," ujar Ustaz Mustain.
2. Selalu Memperbaiki Diri untuk Lebih Baik
Lalu, tanda kedua menurut Ustaz Mustaib, orang yang mendapatkan lailatul qadar adalah orang yang selalu ingin memperbaiki sikap dan kelakuannya selama ini, dari yang tidak baik menjadi lebih baik.
Sikap ini ditunjukkan dalam keseharian, misalnya sebelumnya tidak berhijab kemudian berhijab.