Breaking News:

Bulan 11 Bebas, Seorang Napi Teroris di Lubuklinggau Tetap Tak Mau Tandatangani Surat Deradikalisasi

Seorang narapidana teroris di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Lubuklinggau, diajukan mendapat remisi lebaran Idul Fitri 2021.

tribunsumsel/eko
Salah seorang warga binaan dalam Lapas Kelas II A Lubuklinggau sedang berjalan dalam Lapas.  

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Sukendar, narapidana teroris di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Lubuklinggau, diajukan mendapat remisi lebaran Idul Fitri 2021.

Sukendar diajukan mendapat remisi Lebaran setelah bersedia membuat surat pernyataan deradikalisasi dan menyatakan setia dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kalapas Kelas II A Lubuklinggau, Imam Purwanto, melalui Kasubsi Registrasi, Aan Agustoni, mengatakan Sukendar diajukan mendapat remisi baru tahun ini setelah bersedia surat pernyataan deradikalisasinya terpenuhi.

Muba Babel United Rekrut Eks Kiper Persija Jakarta, Lengkapi Kuota Pertahanan Terakhir

"Pada tahun lalu tidak dapat remisi karena tidak ada surat deradikalisasi, tahun ini sudah ada, kita ajukan dapat remisi satu bulan 15 hari," kata Aan pada wartawan, Rabu (28/4/2021).

Aan mengungkapkan Sukendar merupakan narapidana titipan yang dikirim ke Lapas Kelas II A Lubuklinggau dari Lapas Gunung Sindur Bogor setelah terlibat kasus pengeboman di wilayah Jakarta.

"Setelah mendapat vonis empat tahun penjara dikirim ke Lubuklinggau, selama disini (dalam Lapas) Sukendar orangnya baik dan mampu bergaul dengan lain," ungkapnya.

Sementara satu narapidana teroris lainnya, atas nama Wahyu tidak diajukan mendapat remisi karena tidak mau membuat surat deradikalisasi dan membuat peryataan setia dengan NKRI.

"Mungkin itu pilihan dia (Wahyu) sudah keyakinannya, bulan 11 nanti bebas, padahal dia (Wahyu) orangnya baik, komunikasinya baik, selama ini kita sering komunikasi saat melakukan pendampingan," ujarnya.

Sumsel Masuk Daftar Lima Provinsi yang Jadi Perhatian Presiden Jokowi Terkait Kasus Covid-19

Sedangkan, untuk narapidana yang diajukan mendapat remisi Lebaran RK 1  tahun  2021 berdasarkan PP 99 tahun 2012 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun sebanyak 31 orang.

"Kemudian untuk narapidana yang diajukan mendapat remisi Lebaran RK 1 Normal dengan hukuman di bawah lima tahun sebanyak 328 orang, total secara keseluruhan RK 1 dan RK 1 normal sebanyak 359 orang," ungkapnya.

Selanjutnya, untuk narapidana mendapat RK 2 bebas murni sejauh ini belum ada, namun tidak menutup kemungkinan ada perubahan lagi  H-3 menjelang Lebaran mendatang.

Menurutnya, remisi Lebaran ini diberikan kepada narapidana setelah memenuhi berbagai syarat, antara lain narapidana sudah menjalani masa hukuman minimal selama enam bulan sejak penahanan.

Kemudian tidak mempunyai catatan buruk atau pelanggaran selama berada di dalam Lapas selama menjalankan masa tahanan dan berkelakuan baik.

Pelajar SMP di Lubuklinggau Tenggelam, Pesan 1 Hari Sebelum Tenggelam: Ma Fakri Ultah Gede-gedean Ya

"Tidak melanggar aturan di dalam Lapas, dan mengikuti semua program bimbingan yang diberikan petugas dengan baik.” ujarnya.

Penulis: EKo

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved