Sebagian Besar Wilayah di Sumsel Cerah Berawan, Malam Ini Bisa Melihat Pink Supermoon

Sebagian besar warga di Sumsel dapat melihat indahnya fenomena supermoon. Puncak purnama kali ini akan terjadi pada pukul 10.31.29 WIB

Penulis: maya citra rosa | Editor: Azwir Ahmad
express.co.uk
Ilustrasi: Supermoon 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Secara umum, cuaca di Sumsel malam ini, Selasa (27/4/2021) diprakirakan akan cerah hingga berawan, sehingga warga Sumsel dapat menikmati jelas Pink Supermoon perigee yang akan muncul.

Kepala Unit Analisa Dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani mengatakan fenomena Supermoon atau bulan purnama yang berada dekat dengan bumi tersebut dapat dinikmati oleh sebagian besar wilayah di Sumsel untuk malam hari ini.

"Namun wilayah Sumsel bagian barat nantinya berpotensi hujan," ujarnya.

Wilayah yang berpotensi hujan adalah Muratara, Musi Rawas, dan Lubuk Linggau.

Namun kemungkinan besar sebagian besar warga di Sumsel dapat melihat indahnya fenomena supermoon yang jarang terjadi tersebut.

"Kemungkinan besar pada malam ini sebagian besar wilayah Sumsel dapat menikmati supermoon," ujarnya.

Sebelumnya, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menginformasikan hal ini melalui website dan akun Instagram resminya, akan fenomena bulan purnama dengan sebutan pink supermoon yang akan muncul pada Selasa (27/4/2021).

Puncak purnama kali ini akan terjadi pada pukul 10.31.29 WIB dengan jarak geosentris 357.616 km terletak di konstelasi Libra.

Selama tiga hari mulai dari Selasa-Kamis, 27-29 April 2021, bulan akan tampak penuh pada pagi hari.

Selain itu, Pink Supermoon juga akan melewati garis edar suatu benda langit yang terdekat dengan bumi atau perige, yang akan   terjadi pukul 22.29 WIB atau 23.29 WITA atau 00.29 WIT.

Sehingga bulan akan terlihat dengan jarak terdekat dengan bumi pada malam hari ini.

Bulan purnama ini disebut bulan super atau supermoon lantaran jaraknya dekat dengan perige.

Dalam sejarahnya, istilah Supermoon diciptakan oleh astrolog Richard Nolle pada 1979, yang mengacu pada Bulan baru atau purnama yang terjadi ketika Bulan berada dalam jarak 90 persen dari perigee atau jarak terdekatnya dengan Bumi.

Selain itu, menurut Lapan, ini adalah Bulan purnama terbesar dan paling terang untuk tahun ini.

Kedua bulan purnama ini hampir terikat, dengan Bulan purnama pada 26 Mei 2021, sedikit lebih dekat ke Bumi daripada Bulan purnama pada 26 April 2021, tetapi hanya sekitar 98 mil atau 157 kilometer atau sekitar 0,04 persen dari jarak dari Bumi ke Bulan di perigee.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved