KRI Nanggala Tenggelam
Hitungan Hari Lagi Bakal Jadi Ayah, Denny Richi Sambudi Gugur Bersama KRI Nanggala-402
Endi (23) istri dari salah seorang awak KRI Nanggala 402, Denny Richi Sambudi yang gugur tenggelam bersama kapal selam, mencoba tegar.
SRIPOKU.COM - Endi (23) istri dari salah seorang awak KRI Nanggala 402, Denny Richi Sambudi yang gugur tenggelam bersama kapal selam, mencoba tegar.
Wanita 23 tahun itu dalam hitungan hari akan melahirkan anak pertama mereka, buah cinta dengan sang suami Denny Richi Sambudi.
Namun Endi akan melahirkan anak pertama mereka tanpa suami.
Sebab sang suami Denny Richi Sambudi, gugur tenggelam di perairan Utara Pulau Bali.
Kenyataan ini harus ia terima saat tengah menunggu kelahiran, kabar duka datang menghampiri
Perempuan asal Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Jawa Timur itu.
Denny yang menjadi kelasi di KRI Nanggala 402, baru sekitar setahun menikah dengan Endi, atau saat Lebaran tahun lalu.
Dan bayi yang nanti akan dilahirkan dari perut Endi, merupakan amanah yang juga tak sempat dilihat oleh ayahnya sendiri.
Sutaji (60), mertua Kelasi Denny Richi Sambudi menjelaskan, menantunya baru sekitar 2 minggu tinggal di rumahnya di Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Sebelumnya menantunya tinggal di rumah orangtuanya di Jombang.
Sebelum berlayar, Denny juga mendapatkan cuti sekitar seminggu.
Ternyata Tuhan terlebih dahulu memulangkan Denny.
"Karena mau melahirkan, anak saya (Endi) balik ke Kediri sampai nanti waktunya," ungkap Sutaji kepada SURYA, Senin (26/4/2021).
Dijelaskan Sutaji, anaknya tegar setelah mengetahui apa yang dialami suaminya. "Alhamdulillah cukup tegar, tetapi juga sempat shock," paparnya.
Dijelaskan, menantunya berangkat tugas dari rumahnya, Minggu (18/4/2021) setelah makan sahur.
"Pihak keluarga sudah pasrah karena itu sudah kehendak-Nya, kita tinggal menjalani saja," ungkapnya.
Sementara terkait prosesi pemakaman menantunya, pihaknua belum membahasnya.
Juga belum diputuskan apakah kalau nanti jenazah ditemukan, apakah dimakamkan di Jombang atau Kediri.
Sejak mendengar musibah yang menimpa kapal selam KRI Nanggala 402, keluarganya setiap malam menggelar doa keselamatan.
Rumah Sutaji yang berada di gang juga terlihat ramai dikunjungi sanak keluarga dan kerabatnya.
Di mulut gang terlihat sebuah karangan bunga dari Panglima Koarmada II Laksda TNI Sudihartawan
Firasat Anak
Sementara cerita sedih pada kru Nanggala lainnya, Eka Umbriah Hasanah menceritakan pertemuan terakhir dirinya dengan sang suami, Kopda Eta Kharisma Dwi Bintarani Rusli.
Kopda Eta Kharisma Dwi Bintarani Rusli adalah satu di antara 53 orang yang gugur dalam tragedi Kapal Selam KRI Naggala 402.
Pagi itu, Senin 20 April 2021 dengan menggenakan baju dinas, Kopda Eta Kharisma Dwi Bintarani Rusli berpamitan untuk bertugas.
Seperti tugas-tugas sebelumnya, Eka mengaku tidak mendapat firasat apapun sebelum akhirnya suaminya dinyatakan gugur.
Hanya saja saat itu motor tua Honda C70 yang biasa dikendarai Kharisma berangkat menuju markas di Surabaya mendadak mogok.
"Waktu berangkat cuma pamit mau berlayar enggak ada firasat apa-apa cuma motor tuanya C70 bolak balik rusak. Setelah dibetulin dan nyala terus dia berangkat," kata Eka saat ditemui di kediamannya di Lumajang, Jawa Timur, Senin (26/4/2021).
Setelah sampai di Surabaya, Eka mengaku masih melakukan komunikasi dengan suaminya.
Selasa siang (21/4/2021), Kharisma memberi kabar akan bertolak menuju perairan Banyuwangi.
"Dia pamit ya udah saya balas hati-hati kayak biasanya orang pamitan layar," ujarnya.
Selang dua hari berikutnya, Rabu sore Eka mendengar kabar sebuah kapal selam hilang kontak di perairan utara Bali.
Lalu, dirinya mengecek grup Whatsapp yang beranggota istri-istri Prajurit Hiu Kencana.
Eka mulai cemas setelah mendapat kabar Kapal Nanggala 402 benar-benar dinyatakan hilang kontak.
"Saya benar-benar syok saat itu," ungkapnya.
Dua hari berselang, Eka bersama keluarga memutuskan berangkat ke Crisis Center Banyuwangi.
Di sana dia menunggu kabar baik kapal selam dan seluruh awaknya bisa diselamatkan.
Namun, pada Sabtu hatinya hancur.
Kekalutannya semakin menjadi ketika mendapat Kapal Nanggala benar-benar dinyatakan tenggelam dan seluruh 53 prajurit gugur.
"Dari kemarin, saya masih belum percaya. Saya yakin, suami saya masih ada. Saya pas di Banyuwangi pulang ke sini (Probolinggo) rasanya berat," katanya.
Perasaan ini juga dirasakan anak Eka yang paling kecil.
Dia mengatakan, saat anaknya paling bontot diajak pulang menolak dan merengek menangis.
"Anak-anak yang firasat kuat yang nomor dua waktu diajak ke Banyuwangi gak mau pulang. Katanya papanya akan pulang hari Minggu padahal dia belum tahu nama-nama hari," ujarnya.
Meski sudah dinyatakan gugur, Eka masih memupuk harapan besar suaminya masih bisa selamat dan pulang berkumpul kembali bersama keluarga.
Sementara, di rumah Eka, kini satu persatu tetangga dan kerabat berdatangan.
Mereka berdoa bersama agar Kapal Selam KRI Nanggala 402 dan seluruh krunya bisa segera ditemukan.
(Surya/Tribun Jatim/Didik Mashudi/Tony Hermawan)
• MULUTMU HARIMAUMU, Anggota TNI AL Geruduk Polsek Cari Oknum Polisi Stres: Postingan Tak Pantas di FB
• APAKAH Ditali atau Ditusuk,KINI KRI Nanggala-402 Menunggu untuk Diangkat:Agar Jangan Terulang Lagi
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Istri Kru KRI Nanggala, Menunggu Kelahiran Tanpa Suami dan Firasat Sang Anak,