Wawako Palembang Kesal

BPOM Kota Palembang Ambil dan Periksa 21 Sampel untuk Diuji dari Diamond Supermarket, Ini Hasilnya

"Jangan terperdaya karena diskon sehingga tak mengecek kemasan dan tanggal kadaluarsa XL," jelas Kepala BPOM Kota Palembang. 

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
Tribunnews.com
Logo Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kepala BPOM Kota Palembang, Martin Suhendri menegaskan, dari 21 sampel yang diambil untuk pengujian dari Diamond Supermarket, ada empat item yang terindikasi penggunaan formalin.

Namun, untuk memastikan lebih lanjut maka perlu pendeteksian lebih lanjut. 

Hal lain, semua penyedia bahan makanan seperti supermarket harus benar-benar melakukan filter sesuai SOP saat barang masuk.

"Ketika seandainya didapati maka harus dihentikan dulu pasokannya dulu," katanya. 

Kemudian untuk barang-barang kemasan yang penyok maka wajib hukumnya bagi konsumen untuk tidak membelinya.

Manajemen juga secara terjadwal melakukan pengecekan secara rutin. 

"Kalau ada satu lubang kecil saja maka dikhawatirkan makanan itu akan rusak karena mikroba masuk. Kami mengedukasi masyarakat ketika kemasannya rusak untuk tidak di beli.

Jangan terperdaya karena diskon sehingga tak mengecek kemasan dan tanggal kadaluarsa XL," jelasnya. 

Wakil Walikota Palembang Kesal

Sebelumnya Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda dibuat kesal oleh pelaku usaha nakal.

Pasalnya, saat melakukan sidak di Diamond Supermarket, Selasa (27/4/2021), ada sekitar empat item yang terindikasi mengandung formalin, yakni kolang-kaling, kismis, rebung dan sedap malam

"Kita sudah sampaikan berulang ulang kali bahwa Pemkot tidak akan tinggal diam jika masih ada saja yang nakal menggunakan bahan atau zat berbahaya untuk makanan.

Kami akan telusuri semua pasar sampai ke pasar modern," tegasnya. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved