Breaking News:

Ada Mafia Karantina di Bandara Soekarno Hatta  Yang Loloskan WNA India

Di tengah-tengah kegentingan masalah covid-19 yang sangat meresahkan dengan masuknya puluhan WNA asal India, ada-ada saja yang menfaatkannya demi uang

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus meminta para pedagang takjil di pasar kaget Ramadan, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melayani pembeli. 

SRIPOKU.COM—Di tengah-tengah kegentingan masalah covid-19 yang sangat meresahkan dengan masuknya puluhan WNA asal India, ada-ada saja yang menfaatkan untuk kepentingan sesaat.

Pihak kepolisian sempat mengamankan terduga mafia karantina di Bandara Soekarno-Hatta meloloskan WNA India.

Mengutip WARTAKOTALIVE.COM  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya sempat mengamankan ayah dan anak, yakni S dan RW.

Keduanya diketahui merupakan mafia karantina di Bandara Internasional Soekarno-Hatta bagi orang yang baru datang dari luar negeri ke Indonesia.

Ayah dan anak itu diketahui sempat meloloskan JD, warga negara asing (WNA) asal India yang datang dari negara asalnya ke Bandara Soetta, agar tak menjalani karantina selama 14 hari.

Keduanya menerima bayaran Rp 6,5 Juta dari JD, WNA India.

"Jadi kami sempat mengamankan 3 orang dan memeriksa mereka. Yakni JD penumpang maskapai dari India, lalu S dan RW. RW ini adalah anak S," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (27/4/2021).

Yusri menjelaskan S adalah kenalan dari JD.

"Mereka sudah kenal sebelumnya karena JD sudah dua kali menggunakan jasa S lolos karantina. S ini mengaku sebagai petugas protokol bandara, dan ini masih kita dalami modus aksi S dan RW ini," kata Yusri.

Menurut Yusri dari hasil pendalaman dipastikan S bukanlah petugas protokol Bandara Soetta seperti pengakuannya.

Halaman
12
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved