Breaking News:

Warga Muaraenim Ancam Demo PT KAI Soal Pintu Perlintasan, Masa Kereta Api Lebih Penting dari Manusia

Tujuannya supaya untuk segera mengoperasikan pintu perlintasan sebidang dan membuat flyover atau underpass, khususnya pintu perlintasan sebidang.

sripoku.com/ardani
Salah satu perlintasan sebidang KA yang belum mempunyai pintu perlintasan yang sering memakan korban jiwa dan harta di Pelitasari, Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, Senin (26/4/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Karena sering memakan korban jiwa dan belum ada kejelasan dari PT KAI terkait masalah pintu perlintasan, sejumlah warga Muaraenim ancam demo PT KAI

Tujuannya supaya untuk segera mengoperasikan pintu perlintasan sebidang dan membuat flyover atau underpass, khususnya pintu perlintasan sebidang  kereta api di Muaraenim.

"Permasalahan ini sudah sangat berlarut-larut dan tidak kunjung tuntas. Nyawa manusia seperti tidak ada harganya dibandingkan dengan kereta api," tegas Ketua Karang Taruna Kelurahan Pasar I Muaraenim, Ari Wibowo (25), Senin (26/4/2021).

JENDERAL Andika Tunjuk Mantan Pangdam II Sriwijaya, Pimpin Latpur TNI-AS di 3 Kodam: Garuda Shield

Menurut Ari, permasalahan pintu perlintasan kereta api ini sudah disampaikan ke Bupati Muaraenim baik secara lisan maupun tertulis beberapa waktu yang lalu.

Pada umumnya, pihaknya mendukung penuh kegiatan PT KAI selaku perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi dan PT Bukit Asam sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara sekaligus pengguna jasa transportasi kereta api dalam rangka mendukung percepatan pembangunan nasional.

Akan tetapi di dalam melaksanakan usaha di bidangnya agar kiranya dapat memperhatikan kepentingan masyarakat umum di sekitarnya terhadap penggunaan rel kereta api yang tidak mempunyai palang pintu perlintasan kereta api di wilayah Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muaraenim.

Padahal, lokasi tersebut padat pemukiman dan lalu lintas yang telah banyak menelan korban jiwa akibat tertabrak kereta api pengangkut batubara.

Dan hal ini sangat bertentangan dengan apa yang telah diamanatkan Undang Undang Dasar 1945 yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan intruksi Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo bahwasannya keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi. 

Berlari di Tengah Gelap Malam Hingga Panjat Bak Truk, Pelarian Pria Pembunuh Pasutri di OKI Berakhir

"Kami minta kepada pihak terkait untuk serius menanggapi aspirasi kami. Jika tidak diindahkan, kami siap melakukan demo.

Halaman
123
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved