Breaking News:

Tiga Zat Berbahaya Ditemukan Pada Mie Basah di Jirak Jaya, Forkopikcam Sidak Pasar Tradisional

Forkompimcam) Jirak Jaya, Muba yang melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional menemukan adanya makanan yang mengandung zat berbahaya

sripoku.com/fajeri
Camat Jirak Jaya Yudi Suhendra ketika memimpin sidak sejumlah bahan makanan di Kecamatan Jirak Jaya. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Masih saja ada oknum pedagang nakal yang coba mencampurkan zat berbahaya ke dalam bahan makanan.

Forum  Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Jirak Jaya, Muba saat inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, menemukan  makanan positif mengandung pengawet berbahaya, Senin (26/4/2021)

Adapun ketiga zat berbahaya itu Formalin, Borax, Rodamin yang ditemukan dalam mi basah atau mi kuning.

Camat Jirak Jaya, Yudi Suhendra mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan perlindungan kepada konsumen berupa pemeriksaan pangan yang dijual oleh pedagang.

"Ya, hari ini kita lakukan giat pemantauan keadaan pangan di Kecamatan Jirak Jaya. Kita juga melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dijual oleh para pedagang," ujar Yudi.

Pemeriksaan makanan dilakukan secara uji petik terhadap 9 pedagang asal Jirak, Pendopo dan Prabumulih dengan sampel 15 jenis makanan yakni tahu, tahu kuning, mie kuning, sagu dan sebaginya. Uji sampel diperuntukkan mencari makanan yang mengandung Formalin, Borax, Rodamin.

"Dari uji sampel yang dilakukan, terdapat 3 jenis makanan mengandung formalin yaitu mie kuning/basah, 1 jenis makanan mengandung borax yaitu mie kuning/basah dgn berat sekira 30kg.

Seluruh makanan yg terbukti mengandung formalin, borax dan rodamin berasal dari Prabumulih sudah kita sita untuk dimusnahkan," jelas dia.

Untuk di Pasar Desa Jirak, sambung Yudi, terdapat 150 pedagang dengan rincian 135 pedagang berasal dari Pendopo dan Prabumulih, 15 pedagang berasal dari Kecamatan Jirak Jaya.

"Pedagang yang kedapatan lagi menjual produk sejenis dan mengandung zat terlarang pada saat pemeriksaan lanjutan akan dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen," terang dia.

Lanjutnya, Pemerintah Kecamatan akan terus melakukan pemantauan keadaan pangan terutama menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H untuk memastikan peredaran pangan di Kecamatan Jirak Jaya aman dari zat berbahaya agar hak masyarakat dalam mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi makanan dapat terpenuhi.

"Sidak akan terus kita lakukan, demi memastikan agar makanan yang dijual di pasar tradisional tidak mengandung bahan kimia atau berbahaya," katanya. (dho)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved