Breaking News:

Pimpinan Ponpes Cabul

Saya Minta Maaf, Pernyataan Oknum Pimpinan Ponpes di OKI Cabuli Belasan Santri Usai Divonis 20 Tahun

"Selama dipenjara, nantinya saya akan memperbaiki kesalahan-kesalahan, dan jika keluar dari tahanan akan berbuat yang baik dimasyarakat,"

Editor: Refly Permana
Istimewa/handout
Ilustrasi seorang anak jadi korban perbuatan asusila. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Majelis hakim Pengadilan Negeri Kayuagung menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada terdakwa Muhammad Bisri Mustofa Al Aswad alias Agus (32) di sidang kasus pencabulan.

Keputusan tersebut diambil lantaran terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja melakukan tindak pidana pencabulan sesuai sebagaimana diatur dalam Pasal 81 dan Pasal 82 ayat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Sidang putusan ini digelar secara virtual pada Senin (26/4/2021), dimana terdakwa Bisri tidak dihadirkan ke ruang sidang.

JANGAN Sebut Abang Saya Mendiang,Chat Terakhir Istri Sertu Yoto Tak Pernah Dibalas: Patroli Abadi

Mengetahui hal tersebut, Bisri Mustofa kepada majelis hakim menyampaikan penyesalan atas perbuatannya tersebut.

"Saya menerima vonis yang dijatuhkan dan sangat menyesali perbuatan yang telah dilakukan," kata Bisri.

Tak lupa pula, Bisri menitip pesan untuk keluarga yang anaknya sudah menjadi korban dari perbuatannya.

"Kepada seluruh korban dan keluarganya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," ucapannya dalam persidangan virtual, Senin (26/4/2021) siang.

Bisri berjanji, dengan dijatuhkan vonis tersebut, akan dijadikan pelajaran berharga bagi hidupnya.

"Selama dipenjara, nantinya saya akan memperbaiki kesalahan-kesalahan, dan jika keluar dari tahanan akan berbuat yang baik dimasyarakat," pungkasnya.

Tindakan asusila yang dilakukan Bisri menimpa 3 orang santri dengan cara dicabuli dan 4 santri lainnya disetubuhi, dimana ketujuh korban tersebut masih di bawah umur.

Jadwal Buka Puasa & Azan Magrib Palembang Hari Ini, Senin 26 April 2021 & Doa Puasa Ramadhan ke-14

Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Pelupessy, melalui KBO Reskrim, IPTU Amirudin Iskandar, mengatakan pelaku beralasan jika istrinya sedang hamil tua sehingga tidak mendapatkan kebutuhan biologisnya, Kamis (26/11/2020) silam.

"Untuk merayu para santrinya, modus yang dilakukan oleh pelaku ialah ingin mengajarkan amalan agar mereka (para santri-red) bisa mengangkat derajat orangtuanya tapi ada syaratnya," ungkapnya begitulah pelaku merayu para korban yang masih di bawah umur.

Disebutkan Amir, para korban berinisial ER (15), RA (14), SM (14), RPA (16), SL (16), ERS (15), IN (17). Dimana salah satu diantaranya telah dicabuli oleh pelaku sejak lama.

VIDEO Penampakan Terakhir KRI Nanggala-402 Papasan dengan Penumpang KM Kelud: Sehari Kemudian Hilang

"Salah satu dari ketujuh korban sudah pernah dicabuli sejak bulan April tahun 2020 lalu dan sisanya dilakukan hingga tanggal 11 Oktober lalu," terangnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved