Breaking News:

Berita OKU Selatan

Sungai Saka di OKU Selatan Meluap, Hantam Rakit Bambu, Seorang Warga Hilang Tenggelam

Diterjang aliran Sungai Saka meluap Suryana (29) salah seorang dari tiga orang warga Desa Simpang Tiga Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten Ogan Komering

ISTIMEWA
Pencarian : Warga bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama warga Pemerintah Kecamatan, TNI Polri melakukan pencarian korban tenggelam di Sungak Saka Desa Kota Karang, Jumat (23/4/2021). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Diterjang aliran Sungai Saka meluap Suryana (29) salah seorang dari tiga orang warga Desa Simpang Tiga Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), tenggelam hingga kini belum ditemukan.

Bazarnas, Tagana Dinas Sosial Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBS OKU Selatan, TNI-Polri dan
dibantu warga menurunkan melakukan pencarian korban dengan menyisir Sungai sejak pukul 09.00 WIB-16.00 WIB namun belum berhasil menemukan korban.

"Hari ini belum ditemukan kita akan melanjutkan pencarian besok pagi,"ujar Kepala BPBD OKU Selatan, Dony Agusta SKM, MM dikonfimasu Sripoku.com, Jumat (23/4/2021). sore.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sekira pukul 12.30 WIB siang.

Korban bersama dua rekannya dari Desa Simpang Tiga Kecamatan Kisam Tinggi menuju kebun Kopi yang melewati aliran sungai Saka di Desa Kota Karang Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA).

Saat itu korban bersama rekannya Apli ( 45) dan Andre (35) bermaksud bekerja menyemprot di kebun Kopi milik Hairul (45) yang berada di seberang aliran sungai Saka yang kebetulan sedang pasang akibat hujan deras.

Ditepi Sungai, ketiganya sempat menunda penyebrangan hingga menunggu air surut.

Setelah beberapa jam menunggu air telah mulai surut ketiganya melakukan penyebrangan menggunakan sebuah rakit dari bambu yang biasa digunakan untuk menyebrang.

Namun, naas setelah sedang berada di tengah sungai aliran sungai Saka kembali meluap dan menghantam rakit yang dibawa ketiganya.

Ketiganya terbawa arus. Kendati demikan dua orang Apli ( 45) dan Andre (35) berhasil berenang menyelamatkan diri ke tepian sungai sementara korban Suryana (29) diduga tenggelam dan belum ditemukan.

Karena air telah surut, korban bersama kedua rekannya termasuk (korban-red) memutuskan untuk menyebrang sekitar pukul 12.00 WIB siang dan tiba-tiba luapan air susulan menghantam rakit.

"Hingga tengah hari pukul 12.00 WIB, air sungai mulai surut mereka memutuskan menyebrang menggunakan Rakit bambu dan tanpa diduga arus deras susulan tiba tiba menghantam rakit kami, hingga kita hanyut terbawa arus,"ujar Hairul.

Jangan Sampai Covid-19 Jadi Oleh-oleh Saat Mudik, Fitrianti Agustinda Minta Warga Tetap di Palembang

Nasib Ibu Muda Terdakwa Narkotika di Palembang, Divonis 18 Tahun Bui, Idap Kanker Rahim Stadium 4

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved