Mayat di Rumah Susun Palembang

Tetangga: Bai Orang Baik

Bai, dan juga sebutan Cik Apek itu, tinggal sendirian di lantai I rumah susun Nomor 545, tanpa ditemani anak.

Penulis: Mat Bodok | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/BAYAZIR AL RAYHAN
Polisi mengevakuasi jenazah Jailani alias Bai (73) warga Rusun 23 Ilir Blok 8, Kecamatan IB 1 Palembang yang ditemukan tak bernyawa di atas kasurnya, Jumat (23/4/2021). Bai diduga sudah empat hari meninggal dunia. 

Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Jailani (70) warga Rumah Susun (Rusun) Blok 8 No 545 Kelurahan 23 Ilir Kecamatan Bukit Lama Kota Palembang, ditemukan warga telah terbujur kaku di tempat tidurnya, dan telah mengeluarkan bau tak sedap.

Korban ternyata orang yang kerap kali berjualan es batu keliling dengan gerobak dorongnya. Habis menjual es batu, korban menyempatkan diri mencari barang bekas ke wilayah sepanjang Jalan Veteran untuk dijual.

Fahmi warga Blok 6 yang berdampingan blok rumah dengan korban menuturkan kepada Sripoku.com, Jailani akrap disapa warga dengan sebutan Bai, dan juga sebutan Cik Apek itu, tinggal sendirian di lantai I rumah susun Nomor 545, tanpa ditemani anak.

Diungkapkan Fahmi, korban orang baik yang kerap kali menawari es batu kepada dirinya.

Bai juga tidak menolak kalau disuruh orang untuk membeli makanan.

“Bai ini kerjanya serabutan, kadang kalah menjual es batu keliling dan juga mencari barang bekas di arah Jalan Veteran.

Korban biasa disuruh-suruh orang untuk beli makanan,” kata Fahmi yang sempat kaget melihat warga heboh membincangkan ada bau busuk yang menyengat.

"Aku kerap kali dimarahi oleh Cik Apek kalau negur jangan minum es," ucap M Rojali salah satu kawan akrab Cik Apek yang tinggal di Blok 2.

Diakui Rojali, Cik Apek memang sering sakit-sakit. Maka itu, sering dirinya ingatkan untuk jaga kesehatan.

"Wongnye rajin dan sering keluar untuk mencari makan," kata Rojali memang dua tiga hari ini korban tidak keluar rumah.

Disebutkan Rojali, korban termasuk orang lama di Blok ini, kurang lebih sudah 30 tahun. Dan korban tinggal sendirian dan anak cucunya berada luar kota.

"Sudah lamo dio tinggal disini, hampir 30 tahun. Dan rumah yang ditempatnya itu sudah milik Cik Apek," tandas.

Seusai jasad korban dievakuasi oleh tim identivikasi ke Rumas Sakit Bayangkara.

Sisa–sisa bau menyengat masih tercium di hidung.

Sebab itu, warga lantai 1 maupun 2, 3, dan 4 ketika melintas di depan rumah Bai yang persisnya depan pintu keluar rusun menuju lorong jalan dipastikan menutup hidung.

Warga sempat meminta kepada Ketua RT 12, Saipul, rumah korban diminta dibersihkan, untuk menghilangkan bau busuk menyengat.

“Masih busuk baunya,” tutur ibu–ibu yang berada di Blok 8.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved