Breaking News:

Berita Palembang

Permintaan Kantong Darah di PMI Kota Palembang Naik, Tapi Pendonor Minim, Ini Sebabnya

Karenanya, sebagai ketua PMI Kota Palembang Fitrianti tak henti mengajak dan meyakinkan masyarakat untuk tidak takut mendonorkan darah.

Sripoku.com/Nadyia Tahzani
Ilustrasi Donor Darah saat Pandemi 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Selama Pandemi Covid-19 permintaan kantong darah diakui Ketua PMI Kota Palembang, Fitrianti Agustinda meningkat drastis. 

Biasanya kebutuhan normal kantong darah 5000 kantong perbulan, tapi kini mencapai 7000 kantong.

Namun sayangnya, masih adanya rasa takut dan kekhawatiran masyarakat/pendonor selama Pandemi membuat jumlah pendonor ikut berkurang. 

Baca juga: Mengenal Kades Karang Agung Adi Gautama, Mantan Jurnalis di OKU Selatan yang Punya Darah Komering

Baca juga: Lucinta Luna Berulah Lagi, Wika Salim Naik Darah Dihina Gini, Janji Pas Bebas Diingkari:Korek Kuping

Unit Transfusi Darah (UTD) Kota Palembang bahkan, harus lebih masif mengedukasi ke pendonor bahwasannya donor darah di PMI aman, karena semua petugas pun rutin melaksanakan Rapid antigen dan mensterilisasi alat-alat untuk transfusi darah. 

"Selama Ramadhan, pasca Ramadhan dan dalam kondisi Pandemi ini permintaan meningkat tapi berbanding terbalik dengan mereka yang biasanya sering donor darah menjadi takut," katanya, Senin (12/4/2021). 

Karenanya, sebagai ketua PMI Kota Palembang Fitrianti tak henti mengajak dan meyakinkan masyarakat untuk tidak takut mendonorkan darah.

"Silakan datang dan kami jamin protokol kesehatannya dijalankan sehingga mudah-mudahan tidak terpapar Covid-19," ujarnya.

Baca juga: UPTB Samsat 3 Donor Darah & Bagi Sembako, Hj Febrita Lustia Herman Deru: Jangan Nak Ramadhan Bae

Baca juga: Dagu Berdarah hingga Gigi Patah, Menangis Thalita Latief Ungkap KDRT oleh Suami: Anak Lagi Dipangku

Tahun ini PMI Kota Palembang dengan jajaran kepengurusan yang baru, memastikan agar pasokan darah selalu tersedia.

Begitu juga meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat baik kegiatan kemanusiaan ataupun proses transfusi darah. 

Sementara itu, Ketua PMI Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru mengatakan, peran penting dimiliki oleh UTD PMI.

Bukan hanya mengurusi soal pasokan darah saja tapi juga bagaimana respon cepat dalam penganan kemanusiaan soal bencana, sosialisasi soal Covid-19 dan lainnya. 

Baca juga: Blak-blakan Thalita Latief Alami KDRT, Muka Saya Dilempar Pakai HP, Gigi Patah, Dagu Saya Berdarah

Baca juga: Mama Rosa Sadar Andin dan Reyna Ada Hubungan Darah, Ayah Sebenarnya Diselidiki, Ikatan Cinta 6 April

"Saya harap bukan hanya Kota Palembang yang menyediakan UTD tapi kabupaten/kota lainnya. Sehingga jika dibutuhkan darah namun di UTD pasokannya tak tersedia maka bisa disupport dari UTD lainnya," jelasnya.

Saat ini, jumlah UTD memang belum banyak lantaran mayoritas PMi berdampingan dengan Rumah Sakit.

"Selain itu, UTD kita arahkan juga menyimpan data pendonor sehingga kalau disaat dibutuhkan bisa langsung menghubungi si pendonor," katanya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved