Breaking News:

Subsidi Elpiji Dihapus

Subsidi Tabung Melon Dihapus, Harganya Bakal Naik 2 Kali Lipat: Disalahgunakan Pengecer

Jika disetujui dan mulai diberlakukan tahun 2022 mendatang, maka harga elpiji 3 Kg di pasaran bisa jadi akan mengikuti harga non-subsidi.

DOK. Humas PT Pertamina
SRIPOKU.COM, JAKARTA--Pihak Pertamina menjamin ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG) bagi masyarakat terdampak gempa di dua kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar). Penyiagaan LPG ini telah dilakukan sejak Jumat (15/1/2021) lalu. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Rencana pemerintah mengubah skema penyaluran subsidi LPG 3 Kg atau elpiji 3 Kg praktis akan berdampak pada perubahan harga di pasaran.  Jika disetujui dan mulai diberlakukan tahun 2022 mendatang, maka harga elpiji 3 Kg di pasaran bisa jadi akan mengikuti harga elpiji non-subsidi.

Pasalnya, selama ini harga elpiji 3 Kg memang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga gas non-subsidi seperti yang berlaku pada elpiji 12 Kg maupun bright gas 12 Kg dan bright gas 5,5 Kg. Selisih tersebut dikarenakan adanya subsidi yang diberikan pemerintah terhadap harga elpiji 3 Kg.

Nantinya, bila subidi dialihkan menjadi berbasis orang dalam program perlindungan sosial alias bantuan nontunai, maka selisih harga gas tersebut ikut berubah. Harga elpiji 3 Kg saat ini Patokan harga elpiji 3 Kg, yang berlaku hari ini mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 253.K/12/MEM/2020 tentang Harga Patokan Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram.

Dikutip dari aturan tersebut pada Kamis (8/4/2021), harga patokan elpiji 3 Kg ditetapkan berdasarkan harga indeks pasar (HIP elpiji tabung 3 Kg) yang berlaku pada bulan yang bersangkutan ditambah biaya distribusi dan margin. Kemudian, harga patokan elpiji tabung 3 Kg ditetapkan dengan formula 103,85 persen HIP elpiji tabung 3 Kg + 50,11 dollar AS per metrik ton (MT) + Rp 1.879,00 per Kg.

Dalam aturan ini disebutkan pula bahwa formula harga patokan tersebut dapat dievaluasi sewaktu-waktu dengan mempertimbangkan realisasi dari faktor yang mempengaruhi penyediaan dan pendistribusian elpiji 3 Kg. Formula penghitungan elpiji 3 Kg itu digunakan sebagai dasar perhitungan besaran harga patokan untuk setiap kilogram elpiji 3 Kg. Dari formula tersebut, kemudian dirumuskan harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku di masing-masing wilayah Indonesia.

Dikutip dari laman resmi Pertamina, HET LPG 3 kg berbeda-beda di tiap wilayah. Perbedaan ini tergantung pada ketetapan masing-masing Pemda, dengan memperhatikan kondisi daerah, daya beli masyarakat, marjin yang wajar, serta sarana dan fasilitas penyediaan dan pendistribusian LPG. Adapun mengenai alur distribusi, yakni LPG 3Kg diisi di SPPBE oleh Pertamina. Selanjutnya LPG dikirim ke agen/penyalur LPG PSO yang selanjutnya didistribusikan ke Sub Penyalur/Pangkalan LPG PSO, selanjutnya disalurkan ke konsumen.

“Harga di pangkalan adalah sesuai HET dan ditetapkan oleh Pemda. Inilah batas rentang tanggung jawab pengawasan Pertamina,” tulis Pertamina dikutip pada Kamis (8/4/2021).

Mayoritas HET elpiji 3 Kg di Pulau Jawa adalah Rp 16.000 untuk setiap isi ulangnya. Sedangkan di luar Jawa lebih beragam, seperti di Sulawesi Selatan misalnya, harga eceran tertinggi isi ulang tabung gas elpiji 3 Kg dipatok sebesar Rp 18.500. Hanya saja, faktanya di harga elpiji 3 Kg yang dijual di pasaran bisa lebih tinggi dari HET yang ditetapkan pemerintah. Bagaimana bisa begitu?

“Dalam praktiknya di pasar, para pengecer melakukan pembelian di sub penyalur/pangkalan LPG PSO. Praktik ini merupakan jalur distribusi non formal. Konsumen pun kerap melakukan pembelian di pengecer,” jelas Pertamina.

Kisaran harga LPG 3 Kg tanpa subsidi tahun 2022 Untuk menghitung perkiraan harga elpiji 3 Kg setelah skema subsidi diubah pada tahun 2022, bisa menggunakan referensi harga elpiji non-subsidi seperti harga yang berlaku pada elpiji 12 Kg maupun bright gas 12 Kg dan bright gas 5,5 Kg. Harga isi ulang elpiji 12 Kg (tabung biru) dan bright gas 12 Kg (tabung pink) di Indomaret misalnya, dibanderol sebesar Rp 148.000 dikutip dari laman resmi klikindomaret.com pada Kamis (8/4/2021). Sedangkan isi ulang bright gas 5,5 Kg (tabung pink), Indomaret mematok harga Rp 69.000.

Dari dua harga tersebut, bisa dihitung harga isi ulang gas per Kg. Untuk isi ulang elpiji 12 Kg dan bright gas 12 Kg, maka harga per Kg yang berlaku adalah Rp 12.333,33. Sedangkan untuk harga isi ulang bright gas 5,5 Kg, harga per Kg yang diterapkan adalah Rp 12.545,45.

Dengan referensi tersebut, maka untuk isi ulang tabung gas elpiji 3 Kg tanpa subsidi tahun 2022 berkisar antara Rp 37.000 hingga Rp 37.636,36. Angka itu jauh lebih mahal ketimbang harga isi ulang elpiji 3 Kg yang berlaku di pasaran saat ini yakni Rp 16.000 hingga Rp 22.000. Perlu dicatat, perkiraan harga tersebut baru merupakan perhitungan kasar. Adapun pemerintah belum resmi menetapkan harga baru elpiji 3 Kg jika skema penyaluran subsidi diubah di tahun 2022.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Subsidi Akan Diubah, Berapa Harga Elpiji 3 Kg Tahun Depan?", https://money.kompas.com/read/2021/04/08/110707026/subsidi-akan-diubah-berapa-harga-elpiji-3-kg-tahun-depan?page=all#page2.
Penulis : Muhammad Choirul Anwar
Editor : Muhammad Choirul Anwar

Editor: Wiedarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved