Mengapa Jasad Manusia Tak Dievakuasi dan Dibiarkan Begitu Saja di Gunung Everest? No 4 Jadi Penanda

Ada prosedur dan syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan pendakian gunung, karena resikonya bisa berbahaya bahkan taruhan nyawa.

Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
http://travel.tribunnews.com/
Jasad Pendaki di Gunung Everest 

SRIPOKU.COM - Naik gunung merupakan salah satu hobi yang dilakoni sebagian besar masyarakat dalam negeri maupun dunia.

Untuk dapat menaklukkan gunung tertinggi diperlukan adanya pengalaman awal untuk mendaki gunung.

Apalagi sebagai tahap pemula sangat dianjurkan untuk mendaki gunung yang paling rendah atau mungkin dimulai dari bukit.

Namun, pada sejumlah pendaki yang sudah profesional biasanya menyukai gunung-gunung yang menantang.

Sejumlah gunung-gunung ternama di dunia juga termasuk ke dalam daftar gunung menantang yang dapat dijadikan sebagai penguji adrenalin.

Selain itu, mendaki gunung merupakan pengalaman tersendiri dalam berpetualang di alam bebas.

Yakni menjejelajah alam bebas dengan trek yang tajam dan terjal.

Serta membuat pendaki harus sampai pada tujuan yakni puncak.

Sehingga sangat banyak pengalaman positif yang bisa dirasakan sebagai pendaki gunung.

Maka dari itu, mendaki gunung sangat cocok untuk seseorang yang menyukai tantangan dan petualangan.

Kendati demikian, ada prosedur dan syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan petualangan menarik ini.

Adapun resiko paling bahaya yakni banyaknya kasus pendaki yang hilang di gunung yang dinaiki.

Selain itu, di salah satu gunung ternama dunia ini justru memakan banyak korban.

Mirisnya, jasad pendaki yang berada di gunung ini tak bisa dievakuasi. Kira-kira mengapa?

Baca juga: Menjelajah Keindahan Air Terjun Gunduk Lahat di Hutan Desa Karang Agung Kecamatan Pagar Gunung Lahat

Gunung Everest.
Gunung Everest. (wowasiknya.com)

Para pecinta hiking dan memiliki hobi naik gunung pasti tahu bahwa puncak tertinggi di dunia adalah Puncak Gunung Everest.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved