Breaking News:

Isu Politik Uang Warnai PSU PALI, Satu Suara Dihargai Jutaan Rupiah, Bawaslu: Lakukan Antisipasi

PSU ini dibayangi money politik atau politik uang. Masyarakat pemilik hak suara diimingi nilai uang Rp 5 juta hingga Rp 10 juta

ho/sripoku.com
komisioner Bawaslu Sumsel A Junaidi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perhelatan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada PALI yang digelar pada 21 April 2021 di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS), jadi pertaruhan akhir kedua paslon antara Devi Harianto- Darmadi versus Heri Amalindo- Soemarjono.

Masing-masing paslon sendiri merasa optimis yakin bakal mendulang kemenangan nantinya.

Sementara di tengah masyarakat berkembang isu bahwa  PSU ini dibayangi money politic atau politik uang. Masyarakat pemilik hak suara diimingi nilai uang Rp 5 juta hingga Rp 10 juta untuk memilih paslon tertentu.

"Mati kau, uji wong rumah tadi uang dari satu kandidat buat PSU PALI susah dibayarkan didusun, sikok wong Rp 5 jutan. Makanyo wong disano pesta beli perabot sama beli emas," sebut salah satu sumber Aan yang istrinya saat ini bekerja di PALI.

Ia pun menerangkan, tak ingin kalah paslon lainnya malahan siap "ngebom" dengan nominal lebih besar untuk 1 suara sebesar Rp 7 juta.

"Paslon satunya nak mucuki Rp 7 juta sikok wong, tapi duitnyo belum," bebernya.

Menyikapi hal tersebut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumsel, menyatakan sudah mendengar isu tersebut dan pihaknya tetap akan melakukan pengawasan secara maksimal nantinya.

"Ini isu yang berkembang di sana (PALI) dan isu ini disampaikan oleh ketua Bawaslu PALI," kata Komisioner Bawaslu Sumsel A Junaidi, Selasa (6/4/2021).

Diungkapkan Junaidi, dalam mengantisipasi hal tersebut pihaknya sudah meminta jajaran Bawaslu PALI untuk melakukan pengawasan melekat dan sempurna.

"Nanti juga, Bawaslu provinsi akan melakukan  bimtek khusus kepada Panwascam, PKD (Pengawas Kelurahan/ Desa) dan Pengawas TPS," tandasnya.

Halaman
12
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved