Breaking News:

Vaksinasi Covid 19

TIDAK IKut Vaksin Kedua, Satpam SMPN Meninggal, 6 Jam Sulit Bernafas: Ini Penyebabnya

Meninggalnya S sempat mengundang pro kontra akibat kabar almarhum meninggal seusai menjalani penyuntikan dosis pertama 3 Maret lalu.

AFP/CARLOS OSORIO POOL
ilustrasi penyuntikan vaksin 

SRIPOKU.COM, TANGERANG- Seorang satpam berinisial S yang bekerja di SMPN 11 Jalan Buana Kencana, Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinyatakan meninggal dunia pada Senin, 29 Maret 2021 di RSU Kota Tangsel.

Meninggalnya S sempat mengundang pro kontra akibat kabar almarhum meninggal seusai menjalani penyuntikan dosis pertama vaksinasi covid-19 pada 3 Maret 2021 lalu.

Wartakotalive.com mencoba menelusuri kebenaran meninggalnya korban yang berkaitan dengan suntik vaksin tersebut.

"Sebelum divaksin itu benar dia tidak sakit. Tapi memang dia punya penyakit dalam penyakit prostat, cuman yang namanya mau divaksin intinya harus sehat," kata istri S yang berinisial I saat ditemui di kediamannya di Serpong, Kota Tangsel, Kamis (1/4/2021).

Menanggapai hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar menelusuri riwayat pelaksanaan vaksin yang diikuti almarhum.

"Yang bersangkutan divaksin dosis satu itu pada tanggal 3 Maret (2021). Jadi memang seharusnya dosis kedua itu jika dihitung 14 hari pada tanggal 17 Maret 2021 dan beliau memang tidak kembali untuk dosis kedua tersebut," ucap Allin saat ditemui di Kantor Dinkes Kota Tangsel, Serpong, Kamis (1/4/2021).

Allin menjelaskan pada saat mengikuti penyuntikan dosis pertama, petugas medis telah melakukan screening sebelum menyuntiknya.

Dari informasi petugas medis, kata Allin, S mengaku tidak memiliki riwayat penyakit disertai hasil screening yang menyatakan ia bisa disuntik vaksin covid-19.

"Screening itu begitu ketat, tapi ini adalah tergantung peserta vaksin itu. Jadi di sini memang dituntut kejujuran ya," jelas Allin.

"Pada saat peserta vaksin itu tidak menjawab jujur atau bahkan mereka belum pernah periksa (riwayat penyakit-red) itu yang membuat kita tidak tahu. Jadi kita anggap dia lolos screening sehingga divaksin," lanjutnya.

Halaman
123
Editor: Wiedarto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved