Hati-hati Sarapan Lontong yang Dibungkus Plastik, Disebut Pemicu Kanker & Mandul, Ini Menurut BPOM
Benarkah makan lontong dengan dibungkus plastik bisa sebabkan kanker dan kemandulan. Ini kata BPOM
SRIPOKU.COM - Selain nasi goreng, lontong menjadi menu sarapan favorit orang Indonesia.
Lontong berbahan dasar beras sehingga setelah menyantapnya perut akan terasa kenyang setara makan nasi.
Apalagi disantap dengan kuah kuning dan sayuran serta daging membuat lontong semakin enak untuk disantap.
Semakin komplit jika ditambah bahan pelengkap lainnya, misalnya kerupuk dan sambal.
Nah, berbicara soal lontong, lontong ini terbagi menjadi dua dilihat dari cara dibungkusnya.
Yakni ada yang dibungkus menggunakan daun pisang dan ada yang menggunakan plastik.
Namun, yang kerap digunakan adalah lontong dibungkus plastik.
Siapa sangka beredar kabar makan lontong dengan dibungkus plastik bisa sebabkan kanker dan kemandulan.
Ini penjelasan dari BPOM. Wajib jadi perhatian ya!
Bahaya Lontong Plastik untuk Kesehatan
Baca juga: Resep Soto Ayam Santan Enak dengan Kuah Gurih, Cocok Jadi Rekomendasi Menu Sahur Puasa Ramadan
Lontong yang direbus dengan plastik memang lebih praktis dibanding harus repot mencari daun pisang.
Beras tinggal dimasukkan ke dalam plastik, tusuk-tusuk plastik tadi dengan garpu supaya ada udara keluar dan tinggal direbus hingga matang.
Namun, dibalik ke praktisannya, ternyata lontong plastik menyimpan bahaya.
Seperti yang kita tahu, plastik memiliki titik leleh rendah sehingga sangat mudah meleleh pada suhu panas.
Nah, saat meleleh ini, akan ada partikel plastik yang luluh dan bercampur dalam makanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/lontong-bungkus-plastik_20180723_130032.jpg)