Vaksi Covid 19

Stok Vaksin Covid-19 Tersedia 15 Hari ke Depan, Akibat Embargo India

Menteri Kesehatan khawatir stok vaksin Covid-19 akan habis pada bulan April mendatang akibat adanya embargo dari India.

Tayang:
Editor: Sutrisman Dinah
shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi vaksin Covid-19 

SRIPOKU.COM --- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, stok vaksin Covid-19 terancam habis pada bulan April, akibat embargo dari India.

Dikatakan, sisa vaksin diprediksi akan habis 15 hari ke depan.

"Di bulan April, laju penyuntikan kita sekarang sudah 500 ribu per hari dan kalau kita punya cuma tujuh juta (dosis), itu artinya 14 hari (habis) dan sekarang sedang kita atur bagaimana vaksinasinya," kata Menkes dalam diskusi hari Minggu (28/03/2021) kemarin.

Jika sesuai rencana, Indonesia akan menerima 11 juta dosis vaksin Covid-19 dari COVAX GAVI yang akan diterima secara bertahap hingga Mei 2021.

Baca juga: Tinjau Kembali Rencana Belajar Tatap Muka, Epidemiolog: Tunggu 70 Persen Cakupan Vaksinasi

Saat ini Indonesia memiliki stok vaksin jadi di Bio Farma hanya tujuh juta dosis.

"Ini bulan April, vaksin Sinovac cuma 7 juta. Saya pikir bisa dapat 7,5 juta (tambahan) dari COVAX, sehingga 15 juta jadi bisa untuk vaksinasi. Tapi sepertinya akan dapat cuma 1,1 juta, 10,6 juta vaksinnya tertahan," kata Budi Sadikin.

Sebelumnya Budi menyampaikan, program vaksinasi yang tengah gencar dilakukan pemerintah terkendala pasokan vaksin.

India sebagai negara produsen vaksin terbesar, sedang melakukan embargo, lantaran kasus Covid-19 meningkat di negara itu.

Baca juga: Penyuntikan Dosis Kedua Vaksin Covid-19 di Palembang Molor, Ini Kata Dinkes Palembang

Budi menyebutkan, India merupakan produsen untuk vaksin AstraZeneca, Novavax, maupun Pfizer. "Ini ada berita buruk. India ini sedang naik (kasus Covid-19), karena naik India embargo vaksin eggak boleh keluar lagi vaksinnya," katanya.

"Enggak kirim ke COVAX GAVI, karena memang India adalah pabrik vaksin terbesar di dunia di luar Cina. Jadi Novavax, AstraZeneca, juga kabarnya Pfizer dibuat di sana," kata Menkes.

Tidak Ada Larangan

Dikutip dari laman The Hindustan Times, Minggu (28/03/2021), pemerintah India telah memutuskan untuk fokus pada program vaksinasi dalam negeri, menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di negara itu.

Pejabat setempat yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, pada awal pekan ini tidak akan ada penambahan ekspor vaksin.

Perlu diketahui, SII yang berbasis di Pune ini memproduksi vaksin Oxford-AstraZeneca Covid dosis ganda dengan nama merek 'Covishield'.

"GAVI menghargai hubungan jangka panjangnya dengan pemerintah India dan produsen yang telah memproduksi berbagai vaksin berkualitas tinggi untuk dunia. Mereka telah berkontribusi dalam menyelamatkan 14 juta nyawa di negara berpenghasilan rendah selama dua dekade terakhir," jelas Gupta.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved