Larangan Mudik Lebaran Langkah Tepat, Covid-19 Belum Terkendali dan Virus Corona Terus Bermutasi
Penyebaran virus corona terjadi antaraa orang per orang. Maka dalam momen mudik sangat rentan terjadi karena masyarakat tidak disiplin prokes
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Larangan mudik lebaran tahun ini dinilai Ahli Epidemiologi Sumsel, Iche
Andriyani Liberty merupakan langkah sangat tepat. Mengingat, sebaran Covid-19 di Indonesia khususnya Sumsel hingga saat ini masih belum terkendali dan virus corona terus bermutasi.
Ia menjelaskan, jika masyarakat masih nekat pulang kampung dikhawatirkan tren kenaikan kasuscovid-19 akan terjadi.
Pada saat libur nasional saja sering terjadi kenaikan kasus, apalagi libur lebaran waktunya panjang disertai adanya mudik yang bakal bersilaturahmi ke rumah keluarga akan meningkatkan mobilitas masyarakat.
"Resiko mudik ini tidak hanya muncul di perjalanan, jika mudik pasti akan silaturahmi ke rumah keluarga. Saya rasa sangat sulit menerapkan prokes pada momen itu," katanya, Jumat (26/3/2021).
Dijelaskannya, sebaran virus corona ini terjadi dari orang ke orang. Maka, di momen mudik lebaran yang rentan masyarakat tak patuh protokol kesehatan sangat rentan terjadi paparan.
Masyarakat Sumsel yang sedang berada di perantauan diimbau untuk menahan diri terlebih dahulu pulang kampung. Silaturahmi pada momen lebaran pun masih bisa dilakukan secara virtual seperti hari Raya Idul Fitri tahun kemarin.
"Pandemi ini belum terkendali, apalagi virus corona terus bermutasi. Sebaiknya tahan dulu yang ingin mudik, silaturahmi bisa via online seperti tahun kemarin," jelas Iche.
Iche menuturkan, meski masyarakat sudah dilakukan vaksinasi dua kali tidak menjamin masyarakat tidak akan tertular virus corona. Hanya saja, keberadaan vaksinasi sangat membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian.
Hingga saat ini Iche mengaku kasus harian virus corona di Sumsel masih cukup tinggi. Meski terjadi penurunan kasus, namun angka positivity rate masih berada di angka 28 persen. Sementara, idealnya virus corona terkendali positivity rate berada di angka 5 persen.
"Larangan mudik ini sangat tepat menekan sebaran virus corona. Karena positivity rate masih tinggi, tanggal 25 Maret kemarin kasus harian kita tembus 118 kasus," ujar Iche. (Oca)