Breaking News:

Berita Empatlawang

Seorang Pasien Digigit Ular Meninggal Dunia di RSUD Empat Lawang, Ini Fakta dan Kronologinya!

Kabar heboh mengenai Mus Mulyadi warga Tebing Tinggi, Empat Lawang yang beberapa hari lalu sempat menyita perhatian netizen akhirnya menemui titik

Tribunsumsel/Sahri Romadhon
Pihak Rumah sakit menemui rumah duka di Desa Pancur Mas, Tebing Tinggi. 

SRIPOKU.COM, EMPAT LAWANG - Kabar heboh mengenai Mus Mulyadi warga Tebing Tinggi, Empat Lawang yang beberapa hari lalu sempat menyita perhatian netizen akhirnya menemui titik terang.

Kedua belah pihak yakni istri Mulyadi, Sida Sulastri dan pihak RSUD yang diwakili oleg Kabid Pelayanan, Yan Warsah sepakat untuk saling meluruskan.

Dimana sebelumnya sempat bersedar berita yang menyatakan jika Pihak RSUD Empat Lawang mewajibkan pasien terlebih dahulu untuk melakukan Swab untuk Mus Mulyadi.

Setelah dikonfirmasi dengan RSUD Pihak RSUD menyampaikan jika Sida Sulastri baru datang setelah pasien diberikan pertolongan pertama. Dimana Sida Sulstripun mengiyakan pernyataan tersebut,

"Sida Sulastri (istri pasien) tiba di RSUD belakagan setelah pasien selesai diberikan pertolongan pertama berdasarkan SOP penanganan pasien terkena gigitan ular," tutur Yan Warsayah saat menemui Sida Sulastri di Rumahnya.

Menyambung pernyataan tersebut Sida mengakui dia tidak tau dia tidak tau jika suaminya telah diberikan Serum Anti Bisa Ular (ABU) karena memang dia tiba di rumah sakit belakangan.

"Ya memang saya tiba di RSUD belakangan dalam keadaan panik" Sambung Sida Selasa (23/3/2021).

Selain itu Sida Sulastri juga mengakui jika pihak rumah sakit meminta dirinya akan menggunakan fasilitas kesehatan jenis apa setelah suaminya mendapat pertolongan pertama. Lagi-lagi sebabnya karena memang tiba terakhir dan terjadi miskomunikasi.

"Saya mendapat penjelasan dari pihak RSUD juga jika memang ketika pihak rumah sakit memintai saya jenis fasilitas kesehatan saat saya baru tiba", tambah Sida.

Yan Warsah juga menambahkan pihak rumah sakit tidak mungkin menelantarkan pasien karena harus tes Swab dan menawarkan fasilitas kesehatan sebelum memberikan pertolongan darurat.

"Tes Swab dan pemilihan fasilitas kesehatan dilakukan setelah pertolongan pertama selesai, dimana hal itu dilakukan jika pasien positif maka akan ditempat diruangan isolasi agar tidak menulari pasien yang berada satu ruangan gengan Mu Mulyadi", tutup Yan Warsah.(Sahri/TS)

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved