Berita Palembang

Bank Indonesia Kena Imbas Pembangunan Underpass Simpang Charitas, Total Ada 80 Persil Terdampak

Progres pembangunan Underpass Simpang Charitas di Jalan Sudirman Palembang sudah berjalan, dengan dimulainya pengeboran

Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Maya Citra Rosa
Suasana lokasi pembangunan underpas Simpang Charitas di Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Selasa (23/3/2021) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Progres pembangunan Underpass Simpang Charitas di Jalan Sudirman Palembang sudah berjalan, dengan dimulainya pengeboran dan mengukur kontur tanah pada Februari 2021 lalu.

Saat ini, pemerintah Kota Palembang sedang menyelesaikan tahap survei dan susunan Detail Engineering Design (DED) underpass yang ditargetkan selesai tahun ini.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kota Palembang, Harrey Hadi, setidaknya lebih kurang ada 80 persil yang terdampak di sekitar pembangunan underpass.

Seperti Bank Indonesia, RS Charitas, rumah makan dan beberapa ruko yang di sepanjang jalan sekitar 300 meter.

"Hasil survei sementara kurang lebih ada 80 persil yang terdampak, salah satunya BI yang akan mengambil sedikit di bagian pagar dan halaman parkirnya," ujarnya, Selasa (23/3/2021).

Pihaknya juga sudah mulai berkoodinasi dan melakukan sosialisasi kepada pihak BI mengenai hal tersebut.

Tidak hanya itu, pembebasan lahan proyek underpass ini juga termasuk utilitas jalan dari kawasan Sudirman hingga berakhir di lingkungan sebelum Pasar Tradisional Cinde.

Menurutnya, pangkal underpass nanti akan dimulai dari depan Hotel Anugerah sampai akhirnya keluar di toko roti Holland Bakery.

"Utilitasnya dari Jalan Sudirman di Hotel Anugerah sampai hampir ke arah cinde batas yang ada taman," katanya.

Selain itu, persiapan juga tengah dilakukan seperti studi kelayakan, LARP sebelum akhirnya sampai kepada KJPP untuk memperkirakan ganti rugi lahan.

Sementara ini, Bappeda-Litbang butuh identifikasi kepemilikan lahan beberapa persil, baru setelah itu dapat menilai besaran ganti rugi lahan.

"Semua persiapan merupakan tanggung jawab pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V," ujarnya.

Sedangkan LARP 2021 saat ini tengah disusun sebelum nanti sampai ke KJPP, dan desain perancangan underpass sesuai DED yang akan diselesaikan.

Saat dikonfirmasi, Humas Bank Indonesia Sumatra Selatan (BI Sumsel), Rendra sudah mendengar kabar akan adanya pembangunan underpass yang berdampak pada bangunan BI.

Namun belum menerima informasi secara detail dari pemerintah kota Palembang.

"Kalau itu ada (pembebasan lahan) pembicaraan tapi bukan melalui saya. Itu bagian di divisi umum, teknisnya mereka yang tahu, kalau tidak, bisa langsung konfirmasi ke Pak Hari (Kepala Kanwil BI Sumsel)," kata Rendra.

Sampai saat ini tim Sripoku.com masih melakukan konfirmasi kembali ke salah satu rumah makan dan RS Charitas mengenai progres pembangunan underpass tersebut.

Underpass Charitas Mulai Dibangun, Penampakan Tanah Sedalam 30 Meter Dibor

PROYEK Underpass Charitas Belum Tahu Kapan Dilaksanakan, Kasatker PJN : Tergantung Keuangan APBN

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved