BAKN Dorong Dana Transfer Daerah Lebih Terasa Dampaknya di Sumsel, Minta Pusat Lakukan Ini
Ketua Badan Akuntabilatas Keuangan Negara (BAKN), Wahyu Sanjaya berharap Pemerintah Pusat dapat lebih transparan terhadap proses dana transfer daerah,
SRIPOKU.COM - Ketua Badan Akuntabilatas Keuangan Negara (BAKN), Wahyu Sanjaya berharap Pemerintah Pusat dapat lebih transparan terhadap proses dana transfer daerah, sehingga dampaknya lebih terasa bagi masyarakat di daerah.
Hal ini disampaikan Wahyu Sanjaya saat kunjungan ke Sumsel bersama Kepala Daerah se Sumsel, Minggu (21/3/2021).
Pihaknya mempertanyakan proses Dana Transfer Daerah dari Anggaran Pendapat Belanja Negara (APBN), terutama terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) .
"Apakah dana DAK yg diterima sudah sesuai dengan proposal yg diajukan dan juga sesuai kebutuhan daerah," ujar Wahyu.
Wahyu menambahkan Keluhan kepala daerah adalah sering Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diterima terdapat justru yang tidak menjadi prioritas daerah.
Kondisi menjadikan daerah harus menyesuaikan ulang Dana DAK dengan program pembangunan di daerah.
Dalam kesempatan tersebut juga Wahyu Sanjaya selaku ketua BAKN juga mengingatkan inspektorat propinsi/kab/kota untuk dapat membuat review secara periodik terhadap penggunaan DAK sehingga akuntabel.
"Kita ingatkan Inspektorat Provinsi dan Inspektorat di Kabupaten Kota se-Sumsel untuk dapat membuat review secara periodik terhadap penggunaan DAK sehingga akuntabel," ujarnya memgakhiri.
Pertemuan BAKN dengan Pemerintah Provinsi dan Kapala Daerah se-Sumsel mendapat respon positif dari kapala daerah.
Salah satunya Bupati lahat, Cik Ujang menyampaikan respon positif dari apa yang disampaikan Wahyu Sanjaya selaku Ketua BAKN.
"Memang idealnya Transfer dana kita terima terutama Dana DAK harus sama dengan apa yang kita usulkan ke pusat. Jadi dana bisa kita gunakaan dengan tepat sasaran dan sejalan dengan program pemerintah daerah," ujar Cik Ujang kepada
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/bakn-wahyu-sanjaya.jpg)