Tips Menulis Cerpen Agar Menarik dan Memikat Pembaca
Ide yang membuat penasaran akan mudah memikat pembaca. Ide itu sangat mudah dan bertebaran di mana-mana. Misalnya dengan mengamati lingkungan sekitar
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Hingga kini cerita pendek (cerpen) masih jadi bacaan khu susnya bagi kalangan milenial.
Tentu cerpen yang mereka baca itu benar-benar bermutu karena terkadang pembaca cerpen menginginkan hiburan dan 'terbius' dengan cerpen bacaannya.
Baca juga: Lima Teknik Menulis Pembukaan Cerita Pendek yang Perlu Anda Ketahui dan Pelajari dengan Seksama
Mengutip Kompasiana. com, berikut ada be berapa tips untuk memikat pembaca agar cerita kita terlihat menarik:
1. Carilah ide cerita yang berbeda dan tidak klise.
Ide yang membuat penasaran akan mudah memikat para pembaca.
Ide itu sangat mudah, dan bertebaran di mana-mana.
Dengan mengamati lingkungan sekitar, kita sudah bisa mendapatkan ide.
Atau dengan merekam kejadian yang menarik, bisa kita buatkan ide dalam menuliskan cerita.
2. Salah satu hal yang membuat cerpen terus populer dan bertebar luas di masyarakat yaitu karena memiliki nilai moral yang tinggi.
Cerpen yang dituliskan bisa membawa perubahan bagi para pembaca, karena pesan-pesan yang disampaikan dalam cerpen itu begitu nyata dan menyentuh jiwa.
Singkat dan padat, tetapi pesan yang dituliskan begitu kuat bagi para pembaca.
Maka, dari itu sampai saat inilah cerpen sangat digemari oleh masyarakat terutama para kaum remaja.
3. Buatkan lead paragraf di awal dan akhir cerita yang menarik.
Kalimat pembuka yang menarik, akan menentukan keberhasilan dalam membuat cerpen.
Hal ini dapat menggiring para pembaca untuk masuk dan terhanyut dalam tulisan kita.
Sedangkan paragraf akhir menuliskan pesan yang terkesan dengan membuat penutup ya ng menarik sehingga membuat pembaca akan selalu ingat dan mengenang tulisan kita yang sudah dibaca.
4. Cerpen yang baik itu yang menggambarkan bukan menceritakan.
Dengan adanya Show, maka cerita itu akan lebih menyentuh dan pembaca akan ikut aktif serta terbawa suasana dengan gambaran cerita tersebut.
5. Gunakan dialog
Rata-rata pembaca lebih menyukai cerita yang berdialog karena tidak terlihat monoton dan membosankan.
Dengan begitu, pembaca akan merasa terlibat dalam cerita itu.
Adanya dialog juga membuat cerita menjadi lebih hidup.
6. Gunakanlah Plot Twist.
Banyak pembaca yang menyukai kejutan, karena tidak terkesan bosan dan ceritanya mudah ditebak.
Namun, ingat jangan membuat cerita yang bertele-tele dan buatlah twist ending dengan sempurna.
7. Setiap penulis memiliki ciri khasnya masing-masing, tulislah sesuai gaya sendiri, tidak perlu mengikuti orang lain.
Gunakanlah bahasa sendiri dan komunikatif yang mudah untuk disampaikan.
8. Terakhir tidak kalah penting dari beberapa hal di atas.
Setelah menyelesaikan naskah, sebaiknya endapkan terlebih dahulu.
Setelah itu baca kembali dan baca ulang cerita yang sudah kita tulis dari awal sampai akhir.
Perhatikan lagi sesuai dengan kaidah KBBI dan PUEBI, biasanya masih ada beberapa yang belum rapih.
9. Setelah semua rapih, mintalah pendapat kepada teman-teman untuk meminta saran dan masukan terhadap cerita yang sudah kita tuliskan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-menulis-jurnal_20160109_081313.jpg)