Marak Pelakor dan Pebinor, Berikut 4 Tipe Perselingkuhan, Hati-hati Kerap Dilakukan tanpa Sadar

Perselingkuhan memiliki berbagai macam bentuk, meskipun sama-sama berpotensi merusak hubungan.Berikut 4 tipe perselingkuhan

Editor: pairat
Tribunnews.com
Ilustrasi perselingkuhan 

SRIPOKU.COM - Baru-baru ini topik perselingkuhan menjadi trending di kalangan publik figur.
Hingga tudingan pelakor (perebut laki orang) atau pebinor (perebut bini orang) semakin viral.
Kisah cinta terlarang ini seakan tak pernah habisnya, silih berganti membawa drama hingga pelakunya.
Tak hanya dari kalangan publik figur dan artis namun juga dialami masyarakat umumnya.

Entah kita yang terlibat dalam hubungan "terlarang" tersebut atau justru pasangan kita.

Jika sudah begini, bukan perasaan cinta saja yang akan hilang, tetapi juga rasa percaya.

Mengetahui pasangan berselingkuh pun pasti bisa memberi efek emosional yang amat menyakitkan.

Baca juga: 10 Tahun Lalu Sempat Tuding Krisdayanti Pelakor, Kini Mantan Istri Raul Lemos Beri Doa untuk Anak KD

ilustrasi selingkuh
ilustrasi selingkuh (viral4real.com)

Baca juga: Azriel Hermansyah Kini Sudah Punya Pacar, Namanya Sarah Menzel, Siapa Dia?

Namun, perselingkuhan sebetulnya tak sesederhana melihat pasangan pergi dengan orang lain atau rutin mengabari orang lain selain pasangan resmi.

Perselingkuhan memiliki berbagai macam bentuk, meskipun sama-sama berpotensi merusak hubungan.

Berikut 4 tipe perselingkuhan yang biasa terjadi seperti yang NOVA.id kutip dari Kompas.com.

1. Selingkuh fisik

Selingkuh fisik adalah ketika seseorang memiliki hubungan intim dengan orang lain selain pasangannya.

Bentuk selingkuh ini adalah yang paling umum terjadi. Meski begitu, efek yang dirasakan berbeda-beda pada setiap individu.

Laki-laki seringkali memandang selingkuh fisik sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan fisik.

Sementara, perempuan kerap melihat selingkuh semacam ini lebih dari itu, dan menganggap ada sisi emosional yang terlibat.

2. Selingkuh emosi

Selingkuh emosi mungkin melibatkan keintiman fisik, namun sebetulnya tidak selalu perlu.

Selingkuh emosi bisa dimulai dengan pertemanan biasa.

Nantinya, para pelaku secara emosi akan memercayai orang tersebut, berbagi pemikiran, mimpi, dan kedekatan emosional yang biasa dilakukan bersama pasangan.

Sumber: Nova
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved