Breaking News:

Berita Prabumulih

Lebih 200 Rumah Warga di Prabumulih Terendam Banjir, Sekda : Kami Saja Pakai Perahu tak Bisa Lewat

Hingga berita ini diturunkan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan kecamatan hingga kelurahan masih melakukan pendataan

Tribunsumsel/Edison
Hujan deras selama tiga jam pada pada Sabtu (6/3/2021) sejak 15.06 dan berlanjut hingga malam, merendam lebih dari 200 rumah warga di berbagai wilayah di kota Prabumulih. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Hujan deras selama tiga jam pada pada Sabtu (6/3/2021) sejak 15.06 dan berlanjut hingga malam, ternyata merendam lebih dari 200 rumah warga di berbagai wilayah di kota Prabumulih.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun, untuk kelurahan gunung Ibul sebanyak 110 rumah dan toko yang terendam banjir seperti di Perumahan Vina Sejahtera Prumnas 3 dan 4 sebanyak 45 rumah, di RW 01 dusun Gunung Ibul 55 rumah dan RT 04 RW 02 serta RT 06 RW 05 masing-masing 4 rumah

Banjir juga merendam kawasan Sukajadi Jalan Anggrek RT 3 sebanyak 10 rumah, prum Griya Sejahtera 2 sebanyak 85 rumah, Jalan Nias 14 rumah, Jalan MAN 1-3 Sebanyak 18 rumah dan 2 rumah di Prum Arda.

Tidak hanya wilayah-wilayah tersebut namun beberapa kawasan lainnya juga tak luput dari banjir air.

Hingga berita ini diturunkan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan kecamatan hingga kelurahan masih melakukan pendataan berapa jumlah banjir.

Namun para petugas memastikan lebih dari 200 rumah di kota Prabumulih terendam banjir.

Sementara itu, warga yang mengalami banjir dan pasca kebanjiran langsung melakukan gotong royong membersihkan drainase yang tersumbat sampah dan mengalami pendangkalan.

Seperti yang dilakukan seluruh RT di RW 08 dan RW 09 Kelurahan Gunung Ibul yang melakukan gotong rotong membersihkan drainase yang dipenuhi sampah dan rumput serta dangkal akibat banyak pasir.

Tidak hanya itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Prabumulih Elman ST MM bersama tim BPBD dan jajaran lainnya meninjau korban banjir serta menyusuri sungai kelekar untuk mengetahui penyebab banjir.

"Kita sudah tinjau dan susuri sungai Kelekar, banjir disebabkan karena sampah sangat banyak terutama sampah pelastik menyumbat sungai kelekar, kami saja pakai perahu tak bisa lewat. Sampah ini membuat sungai meluap," ungkap Sekda ketika dibincangi saat meninjau banjir.

Halaman
12
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved