Asal Usul Pulau Kemaro, Legenda Cinta Siti Fatimah dan Saudagar Kaya di Bulan Purnama Cap Go Meh

Setelah merestui pernikahan sang anak, orang tua Tan Bun An lalu memberikan hadiah berupa tujuh guci besar kepada sang anak dan menantu.

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Sudarwan
istimewa
Pulau Kemaro Palembang 

SRIPOKU.COM - Setiap kota pasti memiliki kisah-kisahnya tersendiri.

Berbagai cerita rakyat bahkan legenda menjadi salah satu kisah yang kini banyak bikin orang penasaran.

Legenda di masa lalu, terkadang sampai harus terbawa di masa sekarang.

Salah satu kota yang banyak memiliki kisah dan legenda adalah Kota Palembang.

Jika Anda berkesempatan untuk datang ke Palembang, Pulau Kemaro menjadi salah destinasi yang wajib untuk dikunjungi.

Pulau Kemaro karena pulau yang satu ini memiliki cerita unik dan keistimewaan yang sangat melegenda.

Salah satu daya tarik Pulau Kemaro terletak pada bangunan pagoda di bagian tengah pulau.

Arsitektur pagoda tersebut sangat mirip dengan pagoda ala negeri tirai bambu.

Sisi-sisi dinding pagoda sembilan lantai ini menggambarkan legenda Pulau Kemaro.

Bagian atas pagoda terdiri dari tempat ibadah umat Buddha yang sering digunakan masyarakat etnis Tionghoa sehingga tak mengherankan bila pagoda ini ramai dikunjungi menjelang hari raya Imlek atau hari raya Buddha lainnya.

Para pengunjung nampak mendatangi Pulau Kemaro Palembang, Rabu (28/2/2018).
Para pengunjung nampak mendatangi Pulau Kemaro Palembang, Rabu (28/2/2018). (SRIPOKU.COM/RANGGA EFRIZAL)

Bahkan, beberapa ruangan di dalam pagoda juga sering digunakan para peserta festival Imlek untuk menginap.

Tepat di samping pagoda, ada klenteng Hok Tjing Bio yang lebih populer disebut klenteng Kwan Im.

Di depan klenteng yang dibangun tahun 1962 ini terdapat makam Tan Bun An, Siti Fatimah, dan pengawalnya yang dipercaya sebagai asal usul terbentuknya Pulau Kemaro.

Pada zaman dahulu, ada kisah cinta antara dunia insan berbeda etnis.

Kisah Pulau Kemaro dipercaya berasal dari legenda cinta seorang saudagar Tiongkok dan putri asli Palembang. Sang saudagar Tiongkok bernama Tan Bun An jatuh cinta kepada Siti Fatimah.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved