40 Hari Lagi Puasa Ramadhan, Begini Cara Khatam Alquran Selama Bulan Puasa & Keutamaannya

Umat Muslim saat ini tengah menyambut Bulan Ramadhan 1442 Hijriah. Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammadiyah

Tayang:
Editor: adi kurniawan
maringngerrang.blogspot.com
Belajar Mengaji. 

SRIPOKU.COM -- Umat Muslim saat ini tengah menyambut Bulan Ramadhan 1442 Hijriah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1442 Hijriah jatuh pada Selasa, 13 April 2021.

Ramadhan merupakan bulan suci yang dinantikan umat Islam setiap tahun di seluruh dunia.

Bulan Ramadhan identik dengan kewajiban umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Selain puasa, Ramadhan merupakan waktu yang istimewa karena pada bulan inilah ayat pertama Alquran diturunkan.

Alquran adalah kitab yang menjadi pedoman hidup dan sumber petunjuk umat Islam untuk beribadah kepada Allah Swt.

Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk menyelesaikan atau mengkhatamkan Alquran.

Berikut tips untuk bisa khatam 30 juz dalam Alquran selama 30 hari di Bulan Ramadhan, dikutip Tribunnews.com dari Muslim.sg.

1. Memulai dengan niat yang lurus

Niat merupakan hal pertama yang harus ditetapkan sebelum melakukan suatu hal, terlebih dalam beribadah.

Pertama dan paling utama, niatkan membaca dan mengkhatamkan Alquran demi mendapatkan rida Allah Swt..

Umar bin Khatab mengatakan bahwa Nabi Muhammasd Saw. pernah bersabda:

الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

"Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan." (HR. Bukhari) [ No. 54 Fathul Bari] Shahih.

2. Tanamkan tekad untuk mengkhatamkan Alquran

Tekad merupakan hal yang penting untuk mewujudkan niat.

Tekad inilah yang akan mempertahankan konsistensi dan rasa tanggung jawab untuk mencapai target khatam Alquran dalam 30 hari selama Ramadhan.

Kondisi seseorang ditentukan oleh apa yang dilakukannya untuk dan oleh dirinya sendiri.

Ini termasuk keinginan dan tekad kita dalam setiap tindakan, dalam hal ini mengkhatamkan Alquran dalam 30 hari.

Ketika keinginan seperti itu ditambah dengan niat yang benar dan ditanamkan dengan benar, kita dapat menjadi percaya diri dan dengan sengaja didorong untuk mengambil langkah maju untuk mencapai tujuan.

Seperti firman Allah:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوۡا مَا بِاَنۡفُسِهِمۡ

“Sungguh, Allah tidak akan mengubah kondisi suatu umat sampai mereka mengubah apa yang ada di dalam dirinya” (QS Ar-Ra'd, 13:11)

Baca juga: Tiga Jurnalis Wanita Afghanistan Tewas Ditembak ISIS

Baca juga: Peluang Beasiswa Djarum 2021, Tak Hanya Dapat Pelatihan, Beswan Djarum Terima Rp 1 Juta per Bulan

Baca juga: Siapkan Diri Pendaftaran Prakerja Gelombang 13 Dibuka Besok Kamis 4 Maret 2021 di www.prakerja.go.id

3. Menentukan strategi yang cocok untuk Anda

Tentu tak ada cara yang dijamin sukses untuk diterapkan pada semua orang, maka dari itu pilihlah strategi yang cocok dan sesuai kemampuan Anda.

Berikut adalah beberapa strategi yang mungkin bisa Anda pertimbangkan untuk menyelesaikan Alquran, baik secara individu atau kolektif sebagai kelompok.

Membaca secara individu

Alquran terdiri dari 30 juz, Anda bisa membaca 1 juz per hari selama 30 hari. Karena 1 Juz memiliki 20 halaman, pilihlah satu di antara metode ini:

- Membaca 4 halaman sehari setelah setiap shalat Fardhu (wajib)

- Membaca 4 halaman sehari, 2 sebelum setiap shalat Fardhu dan 2 halaman lagi setelahnya

- Membaca 5 halaman pada pagi hari, 5 halaman pada siang hari, 5 halaman pada sore hari dan 5 halaman pada malam hari

- Membaca 10 halaman di pagi hari dan 10 halaman di malam hari

Membaca dan menyelesaikan 30 Juz Alquran secara kolektif

Jika Anda membaca Alquran dengan keluarga, teman atau kolega, tunjuk setiap anggota sejumlah Juz untuk membaca selama 30 hari.

Berikut pembagiannya:

- Jika ada 5 anggota, setiap anggota masing-masing membutuhkan 6 Juz yang harus diselesaikan dalam waktu 30 hari

- Jika ada 10 anggota, setiap anggota masing-masing membutuhkan 3 Juz yang harus diselesaikan dalam waktu 30 hari

- Jika ada 15 anggota, setiap anggota masing-masing membutuhkan 2 Juz yang harus diselesaikan dalam waktu 30 hari

- Jika ada 30 anggota, setiap anggota masing-masing membutuhkan 1 Juz yang harus diselesaikan dalam waktu 30 hari

Intinya adalah tidak hanya ada satu cara untuk melakukan ini, tetapi Anda dapat mulai mempertimbangkan saran-saran ini dan melihat mana yang terbaik untuk Anda.

Jika Anda ingin mengkhatamkan Alquran bersama keluarga dan teman, Anda dapat mencoba melaksanakan pengajian secara kolektif di mana setiap orang dalam kelompok dapat berkontribusi dan menuai hasilnya bersama.

Banyak keutamaan membaca Alquran saat Bulan Ramadhan, berikut 10 di antaranya yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Mendapatkan Pahala Hingga 700 Kali Lipat

Allah SWT melipatgandakan pahala kebaikan yang dilakukan setiap manusia hingga 700 kali lipat.

Sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan HR Muslim.

“Semua amalan anak Adam akan dilipatgandakan (balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat. Allah Swt. berfirman: Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang langsung membalasnya. Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim)

Membaca satu huruf Al-Qur’an akan memperoleh sepuluh kebaikan

Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

2. Orang yang mahir membaca Al Quran akan bersama para malaikat

Rasullaah SAW bersabda, “Orang yang lancar membaca Al Quran akan bersama malaikat utusan yang mulai lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapat dua pahala.” (HR Muslim)

Orang yang tersendat-sendat dalam membaca Al Quran mendapatkan dua pahala adalah hasil dari membaca Al Quran dan karena telah bersusah payah untuknya.

3. Orang yang membaca Alquran akan mendapatkan syafaat di hari kiamat

Sesuai Hadis riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Didatangkan pada hari kiamat (yaitu) Alquran dan para pembacanya yang mereka itu dahulu mengamalkannya di dunia, dengan didahului oleh Surat Al-Baqarah dan Surat Al-Imran yang membela pembaca kedua surat ini."

Pada hadits lainnya Rasulullah SAW juga bersabda:

Artinya: “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)

4. Bercahaya di Langit

Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda: “Engkau hendaknya membaca al Qur’an, agar ia menjadi cahaya bagimu di muka bumi dan mengingatmu di langit.”

Pahala membaca Al Qur’an di bulan ramadhan ialah akan menjadi cahaya di langit dan terlihat oleh Allah sehingga ia mendapat perlindungan dan keseamatan dari Allah.

5. Al-Qur’an mengangkat derajat orangtua di akhirat

Rasulullah SAWbersabdayang artinya: Barang siapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, maka kedua orangtuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari di rumah-rumah di dunia ini. Maka apa pendapatmu tentang orang yang mengamalkannya? (HR. Abu Dawud)

Mengaji di bulan Ramadhan juga bisa mengurangi dosa orangtua sebagaimana orangtua yang memiliki anak sholeh akan selamat dari azab neraka.

“Jika seseorang membaca al-Qur’an, Allah akan membiarkannya menikmati impian masa depannya, dan bacaan demikian dapat mengurangi hukuman orang tuanya meskipun mungkin (orangtuanya) adalah orang kafir.” (Imam Ja’far Shadiq).

6. Menjauhi dari Godaan Syetan

Ketika membaca Al-Quran, maka kita akan terfokus pada apa yang kita baca.

Untuk itu, kebiasaan membaca Al-Quran tidak disenangi syetan karena dengan hal itu ia sulit untuk menggoda dan membisikkan hal-hal buruk pada manusia.

Membaca Al-Quran juga menjauhkan kita untuk berbuat maksiat sebagaimana disukai oleh syetan.

Syetan tentu membenci mereka yang membaca Al-Quran karena dengannya kita semakin kuat terhadap fungsi iman kepada Allah SWT dan manfaat beriman kepada Allah SWT.

Selain itu muncul juga dalam diri kita sebagaimana keutamaan cinta kepada Rasulullah, dan menjalankan apa yang ada dalam fungsi Al-Quran bagi umat manusia. Syetan tentu tidak suka dengan orang-orang seperti itu.

Orang yang tidak banyak beribadah, mengingat Allah, serta melakukan amalan shaleh maka akan lebih berpeluang digoda syetan.

Hal ini dikarenakan dalam hati dan pikirannya kosong tidak menentu, untuk itu mudah untuk dikelabui, didorong, dan dikendalikan oleh hawa nafsu.

7. Membangun Pikiran Positif

Di dalam Al-Quran berisi berbagai ilmu dan juga hikmah yang positif.

Dengan membacanya, tentu saja hal ini juga akan mempengaruhi pikiran kita menjadi lebih positif terutama di bulan Ramadhan.

Walaupun diuji dengan lemasnya fisik, tentu pikiran kita akan baik karena dipengaruhi oleh hikmah dan ilmu positif tersebut. Untuk itu, tidak rugi jika kita membaca Al-Quran sebaik-baiknya.

Selaini itu, dengan membaca Al-Quran di bulan Ramadhan kita menjadi terkondisikan dan akan lebih sering memikirkan sesuatu berdasarkan dalil agama, bukan hawa nafsu atau dorongan negatif kita. Dengan begitu, Ramadhan akan lebih indah dan bermakna.

Semoga, bulan Ramadhan yang dijalani nantinya akan menjadi lebih baik terus menerus dari Ramadhan sebelumnya dan menjadi Ramadhan yang terbaik.

Untuk bisa menjadi Ramadhan terbaik, maka salah satunya membaca Al-Quran harus menjadi kebiasaan dan konsisten di lakukan dalam diri kita.

Agar semangat ramadhan tidak hilang, kita juga bisa menjalankan puasa sunnah lainnya seperti : Puasa Sunah Idul Adha, Puasa 1 Muharram, Keutamaan Puasa Arafah, Puasa Senin Kamis, dan Keutamaan Puasa Daud.

8. Orang yang membaca Al Quran diibaratkan seperti buah utrujjah

Rasulullah Saw. bersabda; “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Quran adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al Quran adalah seperti sebuah kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Al Quran adalah seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al Quran adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR Bukhari dan Muslim)

9. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Al Quran

Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Al Quran, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR Thabrani)

Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”

10. Dengan Al Quran, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum

Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Al Quran ini dan merendahkan juga karenanya.” (HR Muslim)

Yakni bagi orang yang mempelajari Al Quran dan mengamalkan isinya, maka Allah akan meningikannya. Sebaliknya, bagi orang yang mengetahuinya, namun malah mengingkarinya, maka Allah akan merendahkannya.

Sumber: Tribun Solo
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved