Hamil Anak Pertama? Simak Panduan Persalinan Caesar dari Sebelum, Saat, hingga Operasi Selesai

Maka tak ada salahnya Moms mengetahui prosedur persalinan caesar sehingga tidak membuat hati khawatir.

Editor: pairat
ist
hamil 

SRIPOKU.COM - Menantikan kehadiran buah hati tentu momen yang menyenangkan sekaligus menegangkan bagi ibu hamil.

Terlebih bagi ibu hamil anak pertama, belum ada pengalaman maupun gambaran seperti apa proses kelahiran.

Apakah melalui persalinan normal atau operasi caesar.

Nah, jika para calon ibu berencana memilih lewat persalinan operasi caesar, berikut ada panduan bagaimana menghadapi persalinan caesar.

Melalui liputan khusus ini, Nakita.id telah mewawancarai dokter kandungan untuk menjelaskan prosedur persalinan caesar.

Diwawancarai Nakita.id pada Jumat (19/2/2021), dr. Nelson Edwin Pratama, Sp.OG, dokter kandungan yang berpraktik di RS Columbia Asia Hospital Pulomas menjelaskan prosedur persalinan caesar.

"Prosedur operasi caesar pada dasarnya kita bagi jadi dua dulu. Operasi caesar yang direncanakan atau operasi caesar yang darurat. Karena masing-masing persiapannya ada perbedaan," jelas dokter Nelson.

Dokter Nelson selanjutnya mengatakan, pada kasus operasi caesar yang terencana, kita sudah merencanakan dengan baik jadwal operasi pasien.

Apa saja sih biasanya yang dipersiapkan pada operasi caesar yang terencana?

dr. Nelson Edwin Pratama, Sp.OG, dokter kandungan yang berpraktik di RS Columbia Asia Hospital Pulomas
RS Columbia Asia Hospital Pulomas
dr. Nelson Edwin Pratama, Sp.OG, dokter kandungan yang berpraktik di RS Columbia Asia Hospital Pulomas

Baca juga: Jarang Diketahui Banyak Orang, Penyebab Telat Datang Bulan Tak Hanya Hamil, 10 Hal Ini Termasuk

"Biasanya pasien puasa sekitar 6 jam kemudian kita periksa kelayakan operasi dari pasien, apa saja itu?

Pertama kita cek kondisi fisik pasien, biasanya kita sudah cek sebelum jadwal operasi kemudian kita melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan tidak ada kesulitan atau penyulit saat operasi nanti," jelas dokter Nelson.

Kemudian, dokter Nelson mengatakan pada saat menjelang operasi biasanya untuk membuat Moms lebih tenang kita minta Moms untuk berkumpul bersama suami untuk melakukan doa bersama supaya operasinya lancar.

"Sesudah itu 30 menit sebelum operasi biasanya kita mulai persiapkan di kamar operasi. Sebelum operasi caesar tentu pasien harus dibius dulu. Jadi biusnya itu pada dasarnya bius setengah badan," jelas dokter Nelson.

Baca juga: Ciri-ciri Hamil Anak Kembar, Ternyata Sudah Bisa Dirasakan di Awal Kehamilan, Begini Fisik Bumil

Bius itu disesuaikan dengan lamanya tindakan dengan kondisi pasien, biasa kita sebut dengan anestesi regional.

Biasa dilakukan pembiusan ini melalui tulang belakang supaya 1 sampai 3 jam pasien kehilangan sensasi nyeri di setengah badan bawahnya.

Setelah pembiusan selesai dilakukan dokter melakukan pemasangan kateter kemudian dibersihkan daerah operasinya.

Kemudian lingkungan operasinya kita selubungi dengan kain steril supaya lapangan operasinya lebih spesifik.

dr. Gorga I. V. W Udjung, SpOG, dokter kandungan yang berpraktik di RSU Bunda Menteng, Jakarta
RSU Bunda Menteng, Jakarta
dr. Gorga I. V. W Udjung, SpOG, dokter kandungan yang berpraktik di RSU Bunda Menteng, Jakarta

Baca juga: ADA yang Meremas-remas Saya, Ibu Muda Marah Besar Dicabuli Oknum Perawat Saat Drop di IGD

Sementara dr. Gorga I. V. W Udjung, SpOG, dokter kandungan yang berpraktik di RSU Bunda Menteng, Jakarta ketika diwawancarai Nakita.id pada Sabtu (20/2/2021) menjelaskan prosedur persalinan caesar.

"Ini nanti pakai ada pemeriksaan dulu, pemeriksaan darah rutin, kalau diperlukan pemeriksaan CTG mungkin bahkan kalau memang diperlukan ada pemeriksaan USG sebelum dilakukan tindakan operasi," jelas dokter Gorga.

Setelah semua selesai ke dokter anestesi, ke dokter yang melakukan tindakan pembiusan, jelas dokter Gorga.

"Baru mengikuti jadwal operasi yang sudah ditentukan sebelumnya di Poli barulah pasien biasanya masuk sehari sebelumnya.

Misalnya besok nih (melahirkannya), sudah masuk malamnya hari ini biasanya.

Selanjutnya dicek HBnya kalau hemoglobin darahnya baik ya nggak perlu disediakan darah. Kalau misalnya rendah kita siapkan darah untuk jaga-jaga," jelas dokter Gorga.

dr. Ivanna Theresa S.,SpOG, MPH, dokter kandungan yang berpraktik di RS St. Carolus Salemba, Jakarta
RS St. Carolus Salemba, Jakarta
dr. Ivanna Theresa S.,SpOG, MPH, dokter kandungan yang berpraktik di RS St. Carolus Salemba, Jakarta

Di sisi lain dr. Ivanna Theresa S.,SpOG, MPH, dokter kandungan yang berpraktik di RS St. Carolus Salemba, Jakarta saat diwawancarai Nakita.id pada Selasa (23/2/2021) menjelaskan prosedur persalinan caesar.

"Prosedur operasi caesar yang paling penting kita tentukan indikasinya dulu. Ketika pasien sudah sesuai indikasi bahwa dia memang tidak bisa melakukan persalinan normal, kita melakukan persiapan," jelas dokter Ivanna.

Persiapan operasi caesar kita bekerja sama dengan dokter anestesi. Jadi dari dokter anestesi itu apakah pasien itu ada faktor risiko yang bisa menyulitkan pembiusannya selama prosedur operasinya nanti.

Dari situ untuk Moms bisa bertemu dengan dokter anestesi, pasien harus dipersiapkan untuk puasa kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium untuk pre operasi.

"Setelah hasil laboratoriumnya ada, pasien datang ke dokter anestesi membawa surat pengantar dari dokter obgyn bahwa nanti akan dilakukan operasi dan ini hasil laboratoriumnya.

Nah dari situ dokter anestesinya nanti acc, baru nanti pasiennya boleh masuk ke ruang rawat.

Untuk prosedur setelah pasien itu dirawat, pasien diharapkan sebelum operasi setidaknya puasa dulu selama 6 jam paling tidak untuk mencegah pasien saat operasi nanti muntah," jelas dokter Ivanna.

Tapi kita juga perlu ingat bahwa operasi caesar itu bukan semuanya berencana. Jadi memang ada operasi caesar karena dia emergency, pungkas dokter Ivanna.

"Kalau emergency apakah harus puasa dulu? Ya pasti tidak keburu. Mau tidak mau dokter akan kerjakan, kita menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.

Selama prosedur operasinya, itu yang dikerjakan pasien juga sebelum operasi caesar disuruh mandi dan keramas sehingga bersih dengan satu sabun khusus.

Setelah dipersiapkan sampai di kamar operasi pasien itu akan dilakukan pembiusan oleh dokter anestesinya," jelas dokter Ivanna.

Dokter Ivanna menjelaskan pembiusan yang sering dilakukan adalah spinal.

Tapi tergantung pada kasus-kasus emergency dan kasus-kasus tertentu yang tidak bisa dilakukan spinal maka dilakukan pembiusan umum.

Baca juga: Jahitan Bekas Operasi Caesar Tiba-tiba Terbuka atau Robek, Waspada Ternyata Ini Penyebabnya

"Tapi kita lebih menyarankan untuk bius spinal tadi karena jauh lebih aman," imbuh dokter Ivanna.

Setelah dilakukan pembiusan, pasien dipersiapkan untuk operasi, dibersihkan perutnya, kemudian memastikan semua tim siap, dokter kandungan akan mulai untuk operasi.

"Operasi tentunya kita lakukan step by step untuk membuka dari perut sampai ke rahim kemudian mengeluarkan bayinya kemudian kita tutup lagi tentunya.

Nanti operasi berlangsung selama 30 menit sampai 1,5 jam tergantung dengan macam-macam kesulitannya.

Setelah selesai operasi nanti pasien akan dikirim ke bagian ruang pulih, nanti disitu pasien diawasi lagi, apakah ada pendarahan, gangguan hemodinamik atau tensinya turun atau naik selama 2 jam.

Setelah itu baru nanti pasiennya bisa dilakukan perawatan di ruang rawat inap," tutup dokter Ivanna.

Artikel ini telah tayang di Nakita.id dengan judul Sedang Hamil Anak Pertama? Simak Prosedur Persalinan Caesar dari Sebelum, Saat, hingga Operasi Selesai

Baca juga: Aneh, Setelah Jalani Operasi Caesar, Wanita Ini Justru Dapat Imbalan Rp 4,2 Miliar      

Baca juga: Wanita ini Mendadak Lumpuh & Amnesia, Pasca Operasi Caesar, Keluarganya Minta Keadilan

Sumber: Nakita
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved